Inisiatif ini juga selaras dengan visi Green City yang digaungkan Pemkot. Dukungan nyata dari Polda Riau melalui konsep Green Policing ini dinilai mampu mempercepat transformasi Pekanbaru menjadi kota yang lebih hijau dan mandiri pangan, sekaligus menambah fasilitas publik bernuansa edukasi.
Aktualisasi Nyata Green Policing
Di sisi lain, Tabung Harmoni Hijau yang baru diresmikan itu kini telah berubah total. Ia bukan lagi sekadar tempat pembibitan pohon. Kawasan itu telah bertransformasi jadi pusat pelatihan perkebunan dan peternakan yang produktif, dengan tujuan mendukung ketahanan pangan dan keamanan ekologi.
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, menegaskan inovasi ini adalah jawaban strategis. Ia menyatukan tiga hal penting: kepentingan sosial, ekologi, dan kebijakan publik dalam satu lokasi.
Aspek krusial lainnya, tempat ini dirancang sebagai pusat hilirisasi pangan. Ia akan menyuplai bahan baku segar dan berkualitas untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah pusat, tepatnya ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Ini tempat hilirisasi," tegas Irjen Herry.
"Penyiapan bahan makanan untuk disuplai ke dapur SPPG, bahan bakunya berasal dari sini."
Di lokasi tersebut, segala sesuatu diolah secara produktif. Mulai dari kebun sayur hidroponik, peternakan ayam petelur dengan ratusan ekor ayam, hingga kolam jaring apung yang menampung puluhan ribu ikan nila dan patin. Tak ketinggalan, puluhan ekor kambing juga dipersiapkan untuk kebutuhan kurban.
Lebih dari sekadar urusan pangan, Tabung Harmoni Hijau adalah aktualisasi nyata semangat Green Policing. Program ini juga berfungsi sebagai stimulus, membangun ekosistem bisnis yang diharapkan bisa dikelola melalui koperasi produksi.
Artikel Terkait
Rutan Serang Gelar Tes Urine, Semua Tahanan dan Petugas Dinyatakan Negatif
Tangsel Perpanjang Darurat Sampah, Camat hingga RW Dikerahkan
Gus Yahya Tegaskan Batas: Dukungan Emosional, tapi Tak Campuri Kasus Hukum Gus Yaqut
Ritual Macet Truk Kontainer Kembali Paralyze Jakarta Utara