"Mereka mengajarkan kepada para member group yang mereka miliki untuk membuat bom, salah satunya bom pipa. Mengajarkan kepada member group untuk membuat peluru,"
lanjutnya dengan nada serius. "Ikut serta dalam pembicaraan bagaimana membuat pipa menjadi barang yang berbahaya dan mematikan."
Tak cuma omongan. Mayndra bahkan menunjukkan bukti visual: sebuah video rekaman seorang anak yang sedang membuat tutorial pembuatan bom pipa. Video itu, katanya, kemudian disebarluaskan ke anggota komunitasnya.
"Ini salah satu anak yang kami temukan, yang bersangkutan membuat tutorial bagaimana membuat bom dalam bahasa Inggris yang di-upload ya, yang akan di-upload untuk komunitas internasionalnya,"
tutur Mayndra.
Selain konten digital yang mengerikan, penyelidik juga menyita barang bukti fisik. Di antaranya bahan kimia untuk meracik bahan peledak dan beberapa perangkat elektronik. "Juga atribut-atribut yang ber-genre kekerasan seperti Neo-Nazi, White Supremacy, dan lain-lain," imbuhnya. Temuan ini menggambarkan betapa dalamnya paparan dan persiapan yang telah dilakukan.
Artikel Terkait
Tangsel Perpanjang Darurat Sampah, Camat hingga RW Dikerahkan
Gus Yahya Tegaskan Batas: Dukungan Emosional, tapi Tak Campuri Kasus Hukum Gus Yaqut
Ritual Macet Truk Kontainer Kembali Paralyze Jakarta Utara
Damkar Bogor Berjuang dengan Lima Unit Rescue untuk 40 Kecamatan