Imigrasi Buka Data: Ribuan Visa Palestina Diterbitkan, VoA Tetap Berlaku

- Rabu, 07 Januari 2026 | 19:00 WIB
Imigrasi Buka Data: Ribuan Visa Palestina Diterbitkan, VoA Tetap Berlaku

Pintu masuk Indonesia bagi warga Palestina tetap terbuka lebar. Begitu penegasan dari Direktorat Jenderal Imigrasi, yang membantah keras isu adanya penolakan sistematis. Selama prosedur dipatuhi, aksesnya tak pernah ditutup.

“Kami berikan kemudahan melalui visa on arrival,” ujar Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi, Yuldi Yusman, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, warga Palestina justru termasuk subjek VoA. Artinya, prosesnya tak perlu birokrasi berbelit. “Sangat dimudahkan,” tegas Yuldi.

Data dari akhir tahun lalu bisa jadi bukti. Catatan Imigrasi menunjukkan, dari September hingga Desember 2025, tak kurang dari 1.270 visa telah diterbitkan untuk warga Palestina. Bahkan pada November, ada 22 mahasiswa Palestina yang mendapat visa pendidikan dengan tarif nol rupiah. Mereka adalah penerima beasiswa di Universitas Pertahanan.

Lalu, dari mana narasi penolakan itu muncul? Yuldi menduga, hal ini mungkin terkait pembatalan beberapa visa yang sempat ramai diberitakan. Namun begitu, ia menegaskan langkah itu murni untuk penyaringan.

“Pembatalan itu bukan bersifat politis atau bentuk pengabaian. Ini upaya menyaring profil pemohon agar bantuan kemanusiaan tepat sasaran,” jelasnya.

Fokusnya sekarang, kata Yuldi, adalah memprioritaskan mereka yang paling rentan. Korban perang dengan luka serius, individu yang trauma berat, dan tentu saja anak-anak yatim piatu.

“Langkah ini bentuk tanggung jawab kami. Agar fasilitas keimigrasian tidak disalahgunakan, dan benar-benar menjangkau prioritas kemanusiaan sesuai arahan Presiden,” lanjut Yuldi.

Di sisi lain, kebijakan untuk warga Israel justru sangat berbeda. Penerbitan visa bagi mereka wajib melewati tahap evaluasi ketat. Prosesnya melibatkan koordinasi dengan Tim Penilaian Visa yang beranggotakan sepuluh kementerian dan lembaga terkait.

Jadi, pesannya jelas. Indonesia, lewat Imigrasi, tetap tegas dalam pemeriksaan setiap warga asing yang melintas. Namun untuk saudara-saudara dari Palestina, misi kemanusiaan tetap menjadi kompas utamanya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar