Rabu lalu, suasana di dapur Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu tampak berbeda. Sejumlah pejabat dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan datang untuk melihat langsung bagaimana pengelolaannya. Ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan upaya memastikan hak dasar para warga binaan terutama soal makanan benar-benar terpenuhi dengan layak.
Mereka berkeliling, memeriksa setiap sudut. Dari kebersihan peralatan, tata letak, hingga wadah-wadah neon boks yang digunakan untuk menyajikan makanan. Hasilnya? Pujian.
“Jujur, dari banyak lapas yang saya datangi, dapur di Bengkulu ini termasuk yang paling baik,” ujar M. Akbar Hadi Prabowo, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik KemenImipas.
Ia menambahkan, “Penataannya rapi, bersih. Ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pemenuhan hak para warga binaan.”
Dapur yang diberi nama “Dapur Elok” atau Dapur Sehat itu memang menjadi perhatian khusus. Pengecekan pada 24 Desember 2025 itu mencatat hal-hal penting mulai dari kelaikan penyajian, kebersihan, hingga tata kelola yang tertib.
Tak cuma dapur, kunjungan juga berlanjut ke Klinik Pratama di dalam lapas. Akbar Hadi sempat berdialog panjang dengan petugas kesehatan, baik yang bertugas di dalam maupun dari Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Bengkulu. Intinya, ia mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan untuk para napi.
Artikel Terkait
Beijing Murka, Washington Pamer Kekuatan: Penangkapan Maduro Picu Ketegangan Baru
Di Beirut, Iran Tegaskan: Siap Perang, Tapi Bukan Pilihan Pertama
Kantuk Sopir Truk Sampah Picu Tabrakan dan Macet Parah di MT Haryono
Tes Kemampuan Akademik SD-SMP Digelar April 2026, Ini Jadwal Lengkapnya