Rencana ini bukan dibuat asal-asalan. Sudah ada koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait. Masyarakat pun diminta untuk tenang. Aktivitas pembongkaran diharapkan berjalan tanpa memacetkan jalanan lebih parah.
"Makanya, tidak ada penutupan jalan. Cuma penggunaan jalur lambat untuk alat berat saat pembongkaran berlangsung," tegas Syafrin.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah lebih dulu memberi sinyal. Di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (6/1), dia menyebut pekan depan sebagai waktu pelaksanaannya.
"Pembongkaran monorel akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan. Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan," kata Pramono.
Pengalaman sebelumnya jadi acuan. Dinas Bina Marga yang akan memimpin pelaksanaannya, dengan prioritas utama tetap keselamatan dan kelancaran arus kendaraan. Jadi, meski tiang-tiang bekas monorel itu akan satu per satu dirobohkan, harapannya lalu lintas Jakarta tidak ikut 'roboh' karena kemacetan.
Artikel Terkait
Insiden Tembakan oleh Agen Federal di Portland, Dua Korban Dilarikan ke RS
Ritual Malam Tanjung Priok: Truk Kontainer Lumpuhkan Cakung-Cilincing
KPK Panggil Mantan Kajari Bekasi Terkait Kasus Ade Kuswara Kunang
Polisi Bantu Pengemudi Lansia Ganti Ban Pecah di Jalur Contraflow Tol Dalam Kota