“Kalau kebutuhan di lapangan ternyata lebih besar dari stok kita, ya kami akan langsung koordinasi dengan pemerintah pusat,” tambahnya.
Lantas, apa penyebabnya? Agus menyoroti cuaca ekstrem belakangan ini. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun berhari-hari diduga menjadi pemicu utama. Akibatnya, sungai-sungai meluap dan air genangan bertahan lama di areal persawahan. Lama genangan itulah yang kemudian merusak tanaman.
Kini, fokusnya adalah pemulihan. Bantuan benih menjadi langkah pertama untuk mengembalikan harapan petani agar bisa segera bertanam lagi.
Artikel Terkait
Muhammadiyah Tegaskan Laporan ke Pandji Bukan Sikap Resmi Organisasi
PDIP Gelar Rakernas dan HUT ke-53, Tegaskan Posisi sebagai Partai Penyeimbang
Bamsoet Soroti Kunci Sukses Swasembada Beras di Era Prabowo
Tarif TransJakarta Tak Naik, Anggaran Subsidi Justru Dipangkas