Nah, soal penyebabnya, otoritas daerah punya penjelasan. Mereka menyebut truk itu terbalik lantaran kelebihan muatan. Para penumpangnya adalah warga yang katanya "disesatkan oleh calo ilegal" sehingga tidak paham betul akan risiko perjalanan berbahaya yang mereka jalani. Pernyataan itu disampaikan lewat siaran pers.
Dampak kecelakaan itu terlihat jelas dari sebuah foto yang beredar. Dipublikasikan di halaman Facebook pemerintah Afar, foto tersebut menunjukkan sebuah truk dalam kondisi terguling. Bagian kompartemen penumpang dan belakangnya hancur berantakan pemandangan yang suram.
Kalau kita lihat konteksnya, Ethiopia memang dikenal sebagai salah satu titik awal utama "Rute Timur". Rute ini sering ditempuh oleh orang-orang dari Tanduk Afrika yang berharap mencari pekerjaan di negara-negara Teluk yang makmur. Ribuan migran Afrika nekat menyeberangi Laut Merah, biasanya dari Djibouti menuju Yaman. Impian mereka sederhana: mendapat pekerjaan sebagai buruh atau pekerja rumah tangga. Namun, perjalanan penuh harapan itu tak jarang berakhir tragis, seperti yang terjadi di Semera ini.
Artikel Terkait
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon
Megawati Terima Kunjungan Dubes Saudi, Bahas Hadiah Anggrek hingga Gelar Doktor Kehormatan
Pekerja Pabrik VKTR Apresiasi Kebijakan Percepatan Elektrifikasi Prabowo