ujarnya lagi.
Yang menarik, ini bukan sekadar soal pembelian aset biasa. Prasetyo menuturkan, Pemerintah Arab Saudi untuk pertama kalinya mengubah aturannya, memperbolehkan sebuah negara memiliki aset di wilayahnya. Perubahan kebijakan ini tentu bukan hal sepele.
Menurutnya, keberhasilan ini layak disebut sebagai sebuah ‘kado’ istimewa. Bukan hanya untuk bangsa Indonesia secara keseluruhan, tapi lebih khusus lagi, akan membawa manfaat besar bagi umat Islam di tanah air.
“Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,”
tutup Prasetyo.
Artikel Terkait
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,86 Juta per Gram, Harga Buyback Turun Rp42 Ribu