Selamat datang di Dunia Hari Ini. Seperti biasa, kami rangkum untuk Anda sejumlah peristiwa penting yang mengguncang berbagai belahan dunia dalam satu hari terakhir.
Di New York, Maduro Tegaskan Ia Tak Bersalah
Nicolás Maduro tampak tenang saat menghadiri sidang pertamanya di pengadilan New York. Mantan Presiden Venezuela itu, bersama istrinya Cilia Flores, secara resmi membantah semua tuduhan terkait perdagangan narkoba dan senjata. Penangkapan mereka oleh pasukan AS masih menyisakan polemik panas.
Di luar gedung pengadilan, suasana jauh dari tenang. Kerumunan massa memadati jalanan, terbelah antara yang mendukung dan yang menentang. Suara teriakan seorang pria sempat menembus keriuhan, "Dia harus membayar untuk seluruh rakyat Venezuela!"
Tim pengacara Maduro sendiri bersiap melancarkan serangan balik. Mereka berencana menggugat legalitas penangkapan tersebut, dengan argumen utama: status Maduro sebagai kepala negara berdaulat seharusnya memberinya kekebalan hukum.
Perjalanan kasus ini masih panjang. Sidang berikutnya baru akan digelar pada 17 Maret mendatang.
10 Terdakwa Divonis karena Serang Brigitte Macron di Dunia Maya
Pengadilan Paris baru saja mengeluarkan vonis. Sepuluh orang dinyatakan bersalah karena secara sistematis merundung Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, di ranah daring. Inti serangan mereka adalah klaim-klaim palsu yang keji seputar identitas gender dan seksualitas Brigitte, termasuk desas-desus tak berdasar bahwa ia terlahir sebagai laki-laki.
Hukumannya beragam. Mulai dari wajib mengikuti pelatihan kesadaran soal perundungan siber, hingga hukuman penjara delapan bulan yang ditangguhkan. Kesepuluh terdakwa delapan pria dan dua wanita berusia 41 sampai 65 tahun diketahui membanjiri internet dengan "komentar jahat". Mereka tak hanya menyebar teori tentang gender Brigitte, tapi juga menghubungkan selisih usia 24 tahun antara pasangan presiden itu dengan tuduhan pedofilia.
Brigitte sendiri absen selama persidangan dua hari di bulan Oktober lalu.
Namun dalam sebuah wawancara di stasiun TV TF1, ia menjelaskan alasannya mengambil langkah hukum. "Ini tentang memberi contoh," ujarnya, menegaskan komitmennya melawan segala bentuk pelecehan.
Manchester United Putuskan Pecat Ruben Amorim
Keputusan berat akhirnya diambil manajemen Manchester United. Mereka memberhentikan pelatih kepala Ruben Amorim, tak lama setelah timnya hanya mampu meraih hasil imbang melawan Leeds United yang sedang terpuruk.
Dalam pernyataan resminya, klub mengaku keputusan ini tidak mudah. "Dengan posisi kami yang kini di peringkat enam Liga Primer, kami merasa ini saat yang tepat untuk perubahan. Langkah ini diharapkan memberi kesempatan terbaik untuk finish di posisi setinggi mungkin," bunyi pernyataan itu.
Amorim, pelatih asal Portugal berusia 40 tahun, baru menggantikan Erik ten Hag pada November 2024 lalu. Musim pertamanya berakhir buruk: United terlempar ke posisi 15 (terjejak sejak 1974!) dan gagal di final Liga Eropa melawan Tottenham.
Untuk sementara, asisten pelatih Darren Fletcher akan mengambil alih kursi kepelatihan. Sementara itu, pencarian sosok pemimpin baru yang diharapkan bisa mengulang kejayaan era Sir Alex Ferguson, kembali dimulai dari nol.
Peringatan untuk Australia: Ancaman Kebakaran Dahsyat ala Los Angeles
Sebuah laporan terbaru mengingatkan kita semua. Kota-kota di Australia ternyata tidak kebal dari ancaman kebakaran hebat seperti yang beberapa kali meluluhlantakkan Los Angeles.
Menurut laporan dari Climate Council dan Emergency Leaders for Climate Action, ini bukan lagi soal "jika", melainkan "kapan" bencana serupa akan terjadi.
Greg Mullins, mantan komisaris pemadam kebakaran NSW, memberikan penjelasan yang cukup mencemaskan. "Hampir semua ibu kota berisiko, kecuali Darwin. Bukan cuma pinggiran Sydney, tapi juga kota satelit seperti Central Coast, Newcastle, sampai Wollongong. Bahkan Canberra dan beberapa bagian Queensland juga masuk dalam daftar," paparnya.
Laporan itu setidaknya menyodorkan tiga rekomendasi utama untuk meminimalisir risiko. Pertama, tentu saja dengan mengurangi polusi. Kedua, pemerintah didesak untuk menggelontorkan investasi besar-besaran dalam hal persiapan bencana dan ketahanan komunitas di semua level. Yang ketiga, membangun kapasitas layanan darurat dan pengelolaan lahan di area-area pertemuan antara hutan dan pemukiman penduduk.
Peringatan sudah disampaikan. Sekarang, tinggal menunggu respons.
Artikel Terkait
Jakarta Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Timnas Uji Coba di Era Herdman
KPK Dalami Dugaan Pemanfaatan Safe House dalam Kasus Suap Bea Cukai
Kebakaran di Cianjur Tewaskan Tiga Orang, Nenek 64 Tahun Luka Bakar 100 Persen
Brimob Polda Metro Jaya Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Jakarta Timur