Maduro Bantah Tuduhan di New York, 10 Orang Divonis karena Serang Brigitte Macron, dan Peringatan Kebakaran untuk Australia

- Selasa, 06 Januari 2026 | 13:25 WIB
Maduro Bantah Tuduhan di New York, 10 Orang Divonis karena Serang Brigitte Macron, dan Peringatan Kebakaran untuk Australia

Selamat datang di Dunia Hari Ini. Seperti biasa, kami rangkum untuk Anda sejumlah peristiwa penting yang mengguncang berbagai belahan dunia dalam satu hari terakhir.

Di New York, Maduro Tegaskan Ia Tak Bersalah

Nicolás Maduro tampak tenang saat menghadiri sidang pertamanya di pengadilan New York. Mantan Presiden Venezuela itu, bersama istrinya Cilia Flores, secara resmi membantah semua tuduhan terkait perdagangan narkoba dan senjata. Penangkapan mereka oleh pasukan AS masih menyisakan polemik panas.

Di luar gedung pengadilan, suasana jauh dari tenang. Kerumunan massa memadati jalanan, terbelah antara yang mendukung dan yang menentang. Suara teriakan seorang pria sempat menembus keriuhan, "Dia harus membayar untuk seluruh rakyat Venezuela!"

Tim pengacara Maduro sendiri bersiap melancarkan serangan balik. Mereka berencana menggugat legalitas penangkapan tersebut, dengan argumen utama: status Maduro sebagai kepala negara berdaulat seharusnya memberinya kekebalan hukum.

Perjalanan kasus ini masih panjang. Sidang berikutnya baru akan digelar pada 17 Maret mendatang.

10 Terdakwa Divonis karena Serang Brigitte Macron di Dunia Maya

Pengadilan Paris baru saja mengeluarkan vonis. Sepuluh orang dinyatakan bersalah karena secara sistematis merundung Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, di ranah daring. Inti serangan mereka adalah klaim-klaim palsu yang keji seputar identitas gender dan seksualitas Brigitte, termasuk desas-desus tak berdasar bahwa ia terlahir sebagai laki-laki.

Hukumannya beragam. Mulai dari wajib mengikuti pelatihan kesadaran soal perundungan siber, hingga hukuman penjara delapan bulan yang ditangguhkan. Kesepuluh terdakwa delapan pria dan dua wanita berusia 41 sampai 65 tahun diketahui membanjiri internet dengan "komentar jahat". Mereka tak hanya menyebar teori tentang gender Brigitte, tapi juga menghubungkan selisih usia 24 tahun antara pasangan presiden itu dengan tuduhan pedofilia.

Brigitte sendiri absen selama persidangan dua hari di bulan Oktober lalu.

Namun dalam sebuah wawancara di stasiun TV TF1, ia menjelaskan alasannya mengambil langkah hukum. "Ini tentang memberi contoh," ujarnya, menegaskan komitmennya melawan segala bentuk pelecehan.


Halaman:

Komentar