"Dan untuk itu, maka ruang untuk yang melakukan tawuran ya energinya disalurkan. Bekerja."
Lantas, bagaimana dengan wacana sanksi tegas seperti pencabutan bantuan sosial untuk keluarga pelaku? Pramono mengaku belum memikirkannya. "Saya belum memikirkan itu," katanya singkat. Fokusnya saat ini adalah koordinasi dengan jajaran di lapangan untuk penanganan yang menyeluruh, lewat pendekatan keamanan, sosial, dan ekonomi.
Berdasarkan laporan kepolisian, keributan pertama terjadi pada Kamis (1/1) sore. Sekitar pukul 18.10 WIB, suara petasan memecah kesunyian di kolong flyover dekat Stasiun Manggarai.
Kapolsek Tebet, Kompol Iwan Gunawan, mengatakan kericuhan melibatkan warga dari dua RW yang berdekatan.
"Tidak lama kemudian, warga RW 04 dan RW 012, tiba-tiba kedua kelompok kurang lebih 20 orang saling menyerang, melempar batu, dan petasan di terowongan Manggarai," papar Iwan.
Namun begitu, ketegangan rupanya belum mereda. Esok harinya, Selasa (2/1), sekitar pukul tiga sore, kedua kelompok warga yang sama kembali bentrok. Aksi saling serang ini sempat mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut, menambah daftar panjang gangguan keamanan di ibu kota.
Artikel Terkait
Macet Pagi di Bogor Berujung Penangkapan Pelaku Tawuran
Kemlu Pantau WNI di Eropa Terlanda Badai Salju, Belum Ada Korban Dilaporkan
Panik di Ruang Sidang, Jaksa Sebut Kubu Nadiem Galau Hadapi Dakwaan Rp 2,1 Triliun
Satgas Beberkan 12 Perusahaan Diduga Picu Banjir Bandang di Sumatera