Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026) lalu, Nadiem Makarim tampak jelas kebingungannya. Mantan Mendikbudristek itu menyatakan keberatan atas surat dakwaan jaksa dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook. Yang jadi sorotan utamanya adalah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya tahun 2022.
“Dakwaan ini sangat membingungkan bagi saya,” ujar Nadiem dengan tegas saat membacakan nota keberatan atau eksepsi.
Menurutnya, jaksa menyebut dia menerima aliran dana Rp 809 miliar yang kemudian dianggap sebagai upaya memperkaya diri. Buktinya? LHKPN 2022 yang mencatat perolehan harta berupa surat berharga senilai Rp 5,5 triliun. Nadiem geleng-geleng. “Pertama saya bingung,” katanya.
“Di satu bagian dakwaan menyebut saya menerima aliran dana, dan di bagian lain yang disebut sebagai bukti memperkaya diri adalah peningkatan surat berharga. Apakah tuduhannya saya menerima uang atau menerima surat berharga? Bingung saya.”
Nadiem lantas membeberkan sumber kekayaannya. Dia menyebut, semua berasal dari saham PT AKAB, perusahaan yang menaungi GoTo. Peningkatan fantastis di LHKPN 2022 itu, klaimnya, murni karena harga saham GoTo yang melambung tinggi saat penawaran perdana atau IPO.
“Kekayaan saya hanya ada satu sumber utama, yaitu nilai saham saya di PT AKAB. Peningkatan surat berharga di LHKPN 2022 murni disebabkan harga saham GoTo yang melambung saat IPO ke kisaran harga Rp 250-300 per saham,” jelasnya. “Jadi kekayaan saya tercatat di 2022 sebesar Rp 4,8 triliun.”
Namun begitu, dia mengakui angka itu tidak bertahan lama. Dinamika pasar saham, katanya, membuat nilai kekayaannya turun drastis di tahun-tahun berikutnya. Pada 2023, saat harga saham anjlok ke sekitar Rp 100, kekayaannya menyusut jadi Rp 906 miliar. Turun lagi di 2024, menjadi sekitar Rp 600 miliar, seiring harga saham yang terpuruk di level Rp 70-80.
“Penurunan itu murni karena pengaruh dinamika harga saham, bukan korupsi,” tegas Nadiem.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Retret Kabinet Kedua, Evaluasi Kinerja Setahun Pemerintahan
Aksi Nekat Avanza Seret Motor, Bekasi Heboh Lagi
Trump Klaim Venezuela Siap Serahkan 50 Juta Barel Minyak, Dana Dikendalikan Langsung olehnya
Tito Desak Daerah Seriuskan Data Rumah Rusak, Bantuan Tak Bisa Cair Tanpa Itu