China Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Jepang Usai Serangkaian Insiden

- Senin, 05 Januari 2026 | 15:50 WIB
China Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Jepang Usai Serangkaian Insiden
Artikel Diplomasi

Beijing mengeluarkan peringatan keras untuk warganya yang berada di Jepang: tingkatkan kewaspadaan. Imbauan ini muncul di tengah klaim pemerintah China bahwa sejumlah warga negaranya telah menjadi sasaran di berbagai wilayah Jepang belakangan ini.

Suasana antara kedua negara Asia Timur itu memang sedang tidak baik-baik saja. Pemicunya adalah komentar kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai Taiwan. Beijing menilai pernyataan itu sebagai bentuk intervensi yang tak bisa diterima, dan ketegangan pun merembet ke mana-mana.

Melalui Kedutaan Besarnya di Tokyo, China secara resmi menyarankan warganya untuk menunda rencana berkunjung ke Jepang untuk sementara waktu. Pernyataan itu sebenarnya sudah dirilis pada Sabtu (3/1) waktu setempat, tapi baru ramai diberitakan media pemerintah China pada Senin (5/1) seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Menurut kantor berita Xinhua, pihak kedutaan menyoroti memburuknya kondisi keamanan publik di beberapa area Jepang. Mereka menyebut ada insiden kekerasan yang terjadi di prefektur seperti Fukuoka, Shizuoka, dan Aichi.

Laporan dari para pelancong China di sana cukup memprihatinkan. Banyak yang mengaku mengalami pelecehan verbal, bahkan serangan fisik, padahal mereka sama sekali tidak memprovokasi. Akibatnya, tak sedikit yang mengalami cedera.

Insiden paling serius yang disebutkan adalah tabrakan kendaraan terhadap pejalan kaki di Distrik Shinjuku, Tokyo, pada 31 Desember lalu. Dua warga China mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan darurat.

Shinjuku, perlu diingat, adalah distrik hiburan dan wisata yang selalu ramai. Kejadian di lokasi seperti ini tentu makin menguatkan kekhawatiran Beijing.

Jadi, imbauan itu jelas bukan tanpa alasan. Di satu sisi, ini adalah langkah perlindungan warga negara. Namun di sisi lain, pesannya juga terasa politis, mencerminkan betapa dinginnya hubungan diplomatik kedua negara saat ini.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar