Laporan dari para pelancong China di sana cukup memprihatinkan. Banyak yang mengaku mengalami pelecehan verbal, bahkan serangan fisik, padahal mereka sama sekali tidak memprovokasi. Akibatnya, tak sedikit yang mengalami cedera.
Insiden paling serius yang disebutkan adalah tabrakan kendaraan terhadap pejalan kaki di Distrik Shinjuku, Tokyo, pada 31 Desember lalu. Dua warga China mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan darurat.
Shinjuku, perlu diingat, adalah distrik hiburan dan wisata yang selalu ramai. Kejadian di lokasi seperti ini tentu makin menguatkan kekhawatiran Beijing.
Jadi, imbauan itu jelas bukan tanpa alasan. Di satu sisi, ini adalah langkah perlindungan warga negara. Namun di sisi lain, pesannya juga terasa politis, mencerminkan betapa dinginnya hubungan diplomatik kedua negara saat ini.
Artikel Terkait
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali
Doktif Tuntut Penyitaan Akun Medsos dr Richard Lee di Polda Metro
Washington Klaim Kendali Penuh atas Venezuela, Minyak Jadi Taruhan Utama
Pemeriksaan dr. Richard Lee Dihentikan Dini Hari, Kesehatan Tersangka Memburuk