"Kita pastikan bahwa kendaraan itu berkeselamatan, jalan itu berkeselamatan, termasuk pengemudi yang berkeselamatan."
Semua evaluasi dan persiapan ini, menurut Agus, adalah bagian dari dinamika tahunan menghadapi arus mudik. Baik saat Nataru maupun Lebaran. Lalu, bagaimana sebenarnya konsep WFA ini bisa membantu?
Agus menerangkan, ide awalnya sederhana: mengurai kepadatan. Dengan memberi fleksibilitas kerja dari mana saja, gelombang pemudik jadi tidak memuncak di hari yang sama. Alhasil, arus lalu lintas pun lebih mudah diprediksi dan dikendalikan.
"Work from anywhere ini sebetulnya kan kajiannya bagaimana kita bisa mengurai arus mudik dan arus balik," imbuhnya.
"Dan kita bisa memprediksikan ketika terurai panjang, itu kan "traffic counting" di jalan itu kan lebih bisa dikendalikan."
Jadi, dua strategi itu WFA dan pembatasan truk akan jadi andalan lagi. Tujuannya jelas: mengurangi kemacetan sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan saat puncak arus mudik Lebaran mendatang.
Artikel Terkait
Debt Collector Diduga Otak Penusukan Advokat Ditangkap di Semarang
Siswa SD dan Ayahnya Selamat Usai Terseret Banjir Lahar di Sungai Regoyo
Surabaya Gelar Gerakan GEMILANG, 2.776 TK Kunjungi SD untuk Permudah Transisi Murid
Tito Karnavian Tinjau Rehabilitasi Pascabencana dan Serukan Hunian Layak bagi Pengungsi Aceh