"Kita pastikan bahwa kendaraan itu berkeselamatan, jalan itu berkeselamatan, termasuk pengemudi yang berkeselamatan."
Semua evaluasi dan persiapan ini, menurut Agus, adalah bagian dari dinamika tahunan menghadapi arus mudik. Baik saat Nataru maupun Lebaran. Lalu, bagaimana sebenarnya konsep WFA ini bisa membantu?
Agus menerangkan, ide awalnya sederhana: mengurai kepadatan. Dengan memberi fleksibilitas kerja dari mana saja, gelombang pemudik jadi tidak memuncak di hari yang sama. Alhasil, arus lalu lintas pun lebih mudah diprediksi dan dikendalikan.
"Work from anywhere ini sebetulnya kan kajiannya bagaimana kita bisa mengurai arus mudik dan arus balik," imbuhnya.
"Dan kita bisa memprediksikan ketika terurai panjang, itu kan "traffic counting" di jalan itu kan lebih bisa dikendalikan."
Jadi, dua strategi itu WFA dan pembatasan truk akan jadi andalan lagi. Tujuannya jelas: mengurangi kemacetan sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan saat puncak arus mudik Lebaran mendatang.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar 21 Situs Judol, Sita Dana Fantastis Rp 97 Miliar
Trump Kembali Panaskan Greenland, Opsi Militer Dikaji Serius
KPAI Soroti 70 Anak Korban Paparan Ideologi Kekerasan di Komunitas True Crime
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali