"Kita pastikan bahwa kendaraan itu berkeselamatan, jalan itu berkeselamatan, termasuk pengemudi yang berkeselamatan."
Semua evaluasi dan persiapan ini, menurut Agus, adalah bagian dari dinamika tahunan menghadapi arus mudik. Baik saat Nataru maupun Lebaran. Lalu, bagaimana sebenarnya konsep WFA ini bisa membantu?
Agus menerangkan, ide awalnya sederhana: mengurai kepadatan. Dengan memberi fleksibilitas kerja dari mana saja, gelombang pemudik jadi tidak memuncak di hari yang sama. Alhasil, arus lalu lintas pun lebih mudah diprediksi dan dikendalikan.
"Work from anywhere ini sebetulnya kan kajiannya bagaimana kita bisa mengurai arus mudik dan arus balik," imbuhnya.
"Dan kita bisa memprediksikan ketika terurai panjang, itu kan "traffic counting" di jalan itu kan lebih bisa dikendalikan."
Jadi, dua strategi itu WFA dan pembatasan truk akan jadi andalan lagi. Tujuannya jelas: mengurangi kemacetan sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan saat puncak arus mudik Lebaran mendatang.
Artikel Terkait
Manchester City Hancurkan Chelsea 3-0, Perburuan Gelar Premier League Makin Sengit
Chelsea Hadapi Manchester City di Stamford Bridge, Tekanan Besar untuk Perburuan Poin
Manchester City Hancurkan Chelsea 3-0 di Stamford Bridge
Bayi Nyaris Dibawa Orang Tak Dikenal di RSHS Bandung, Ibu Soroti Gelang Identitas yang Digunting