"Kita pastikan bahwa kendaraan itu berkeselamatan, jalan itu berkeselamatan, termasuk pengemudi yang berkeselamatan."
Semua evaluasi dan persiapan ini, menurut Agus, adalah bagian dari dinamika tahunan menghadapi arus mudik. Baik saat Nataru maupun Lebaran. Lalu, bagaimana sebenarnya konsep WFA ini bisa membantu?
Agus menerangkan, ide awalnya sederhana: mengurai kepadatan. Dengan memberi fleksibilitas kerja dari mana saja, gelombang pemudik jadi tidak memuncak di hari yang sama. Alhasil, arus lalu lintas pun lebih mudah diprediksi dan dikendalikan.
"Work from anywhere ini sebetulnya kan kajiannya bagaimana kita bisa mengurai arus mudik dan arus balik," imbuhnya.
"Dan kita bisa memprediksikan ketika terurai panjang, itu kan "traffic counting" di jalan itu kan lebih bisa dikendalikan."
Jadi, dua strategi itu WFA dan pembatasan truk akan jadi andalan lagi. Tujuannya jelas: mengurangi kemacetan sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan saat puncak arus mudik Lebaran mendatang.
Artikel Terkait
Suzuki Ungkap Penyebab Rem Motor Blong dan Langkah Antisipasi
DPRD DKI Dorong Penataan Koridor Rasuna Said Jadi Lebih Manusiawi Usai Tiang Monorel Dicopot
Indonesia Desak UE Segera Patuhi Putusan WTO Soal Diskriminasi Minyak Sawit
Kerangka Manusia Ditemukan Terdampar di Dermaga Sungai Musi, Polisi Selidiki