Trump memang sudah lama mendesak Maduro untuk lengser. Tuduhannya berat: sang presiden didakwa melindungi kartel narkoba. Bahkan, Trump secara terbuka menuding Maduro dan jaringan narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS akibat obat-obatan terlarang.
Konflik ini sudah memanas sejak lama. Catatan sejak September 2025 menunjukkan, pasukan AS telah menewaskan lebih dari 100 orang dalam setidaknya 30 serangan terpisah. Sasaran mereka adalah kapal-kapal yang dicurigai menyelundupkan narkoba dari Venezuela, beroperasi di perairan Karibia dan Pasifik.
Namun begitu, banyak ahli hukum yang angkat bicara. Mereka melihat operasi militer langsung di ibu kota negara berdaulat seperti ini bermasalah. Menurut mereka, aksi Amerika Serikat sangat mungkin melanggar aturan, baik hukum domestik AS sendiri maupun hukum internasional yang berlaku.
Artikel Terkait
PSSI Siapkan Format Baru untuk Piala Presiden 2026
Manchester City Hajar Chelsea 3-0, Perburuan Gelar Premier League Makin Sengit
Bantuan Laut ALRI Bantu Ringankan Tekanan Belanda pada Pasukan Ngurah Rai di Bali 1946
Jadwal Salat Kota Bandung untuk Senin, 13 April 2025