Operasi militer Amerika Serikat di Caracas berakhir dengan kejutan yang mengguncang: Presiden Venezuela Nicolas Maduro berhasil ditangkap. Tapi, benarkah langkah Washington ini sah secara hukum?
Menurut laporan Reuters pada Minggu, 4 Januari 2026, penangkapan ini bukanlah aksi spontan. Ia menjadi puncak dari tekanan berbulan-bulan yang digencarkan pemerintahan Donald Trump terhadap Venezuela. Tak pelak, langkah AS ini langsung memantik kecaman dari sejumlah pemimpin dunia.
Semuanya terjadi pada Sabtu dini hari yang sunyi. Serangan mendadak oleh pasukan AS mendahului penangkapan Maduro. Pemerintah AS sendiri selama ini kerap menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Setelah operasi itu, Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, langsung dibawa keluar dari Venezuela menuju wilayah yurisdiksi Amerika Serikat.
Artikel Terkait
PSSI Siapkan Format Baru untuk Piala Presiden 2026
Manchester City Hajar Chelsea 3-0, Perburuan Gelar Premier League Makin Sengit
Bantuan Laut ALRI Bantu Ringankan Tekanan Belanda pada Pasukan Ngurah Rai di Bali 1946
Jadwal Salat Kota Bandung untuk Senin, 13 April 2025