Trump Buka Suara: Maduro Hampir Tewas dalam Operasi Penangkapan AS

- Minggu, 04 Januari 2026 | 08:30 WIB
Trump Buka Suara: Maduro Hampir Tewas dalam Operasi Penangkapan AS

Dalam konferensi pers di Florida, Donald Trump mengakui sebuah kemungkinan yang mengejutkan. Mantan Presiden AS itu menyebut, pasukan militernya bisa saja membunuh Nicolás Maduro saat operasi penangkapan berlangsung di Venezuela. Menurutnya, situasi di lapangan memang memungkinkan hal itu terjadi.

"Itu bisa saja terjadi," ujar Trump kepada para wartawan.

Dia lalu menggambarkan momen kritisnya. Maduro konon berusaha mencapai sebuah ruangan berlapis baja untuk berlindung. Namun, upayanya itu gagal.

"Dia mencoba masuk ke tempat yang aman. Anda tahu, tempat yang aman itu terbuat dari baja, dan dia tidak bisa sampai ke pintu karena pasukan kita sangat cepat," tambahnya, dengan nada yang khas.

Trump tampak ingin menekankan kecepatan dan ketangguhan operasi tersebut. Dia mengulang bagaimana militer AS membobol perlawanan dengan sigap. Meski begitu, dia mengakui bahwa pertempuran saat itu tidaklah mudah. "Orang-orang bertanya-tanya, apakah kita akan mengejutkan mereka? Agak mengejutkan, tetapi mereka menunggu sesuatu. Ada banyak perlawanan. Ada banyak tembakan," paparnya.

Sebelum konferensi pers dimulai, Trump sudah memposting foto Maduro yang ditahan di atas kapal USS Iwo Jima. Gambar itu seolah menjadi bukti keberhasilan operasi yang dia klaim.

Di sisi lain, Venezuela punya cerita yang sama sekali berbeda. Pemerintah di Caracas melontarkan tuduhan serius. Mereka menyebut AS tak segan menyerang kawasan permukiman sipil dalam upaya menangkap Maduro. Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, bahkan menyiarkan pernyataan video yang keras.

"Pasukan AS yang menyerbu telah menodai tanah kami, bahkan sampai menyerang, menggunakan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur mereka, daerah permukiman yang dihuni warga sipil," katanya dengan tegas.

Lopez tak berhenti di situ. Dia mengumumkan bahwa Venezuela tak akan tinggal diam. Negeri Amerika Selatan itu bersiap melakukan pengerahan besar-besaran. Semua kemampuan militer, mulai dari darat, udara, hingga laut, akan digerakkan untuk pertahanan yang komprehensif. Ancaman intervensi AS jelas telah membuka babak baru ketegangan di kawasan itu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar