Sebelum konferensi pers dimulai, Trump sudah memposting foto Maduro yang ditahan di atas kapal USS Iwo Jima. Gambar itu seolah menjadi bukti keberhasilan operasi yang dia klaim.
Di sisi lain, Venezuela punya cerita yang sama sekali berbeda. Pemerintah di Caracas melontarkan tuduhan serius. Mereka menyebut AS tak segan menyerang kawasan permukiman sipil dalam upaya menangkap Maduro. Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, bahkan menyiarkan pernyataan video yang keras.
"Pasukan AS yang menyerbu telah menodai tanah kami, bahkan sampai menyerang, menggunakan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur mereka, daerah permukiman yang dihuni warga sipil," katanya dengan tegas.
Lopez tak berhenti di situ. Dia mengumumkan bahwa Venezuela tak akan tinggal diam. Negeri Amerika Selatan itu bersiap melakukan pengerahan besar-besaran. Semua kemampuan militer, mulai dari darat, udara, hingga laut, akan digerakkan untuk pertahanan yang komprehensif. Ancaman intervensi AS jelas telah membuka babak baru ketegangan di kawasan itu.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah
Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen