Dalam konferensi pers di Florida, Donald Trump mengakui sebuah kemungkinan yang mengejutkan. Mantan Presiden AS itu menyebut, pasukan militernya bisa saja membunuh Nicolás Maduro saat operasi penangkapan berlangsung di Venezuela. Menurutnya, situasi di lapangan memang memungkinkan hal itu terjadi.
"Itu bisa saja terjadi," ujar Trump kepada para wartawan.
Dia lalu menggambarkan momen kritisnya. Maduro konon berusaha mencapai sebuah ruangan berlapis baja untuk berlindung. Namun, upayanya itu gagal.
"Dia mencoba masuk ke tempat yang aman. Anda tahu, tempat yang aman itu terbuat dari baja, dan dia tidak bisa sampai ke pintu karena pasukan kita sangat cepat," tambahnya, dengan nada yang khas.
Trump tampak ingin menekankan kecepatan dan ketangguhan operasi tersebut. Dia mengulang bagaimana militer AS membobol perlawanan dengan sigap. Meski begitu, dia mengakui bahwa pertempuran saat itu tidaklah mudah. "Orang-orang bertanya-tanya, apakah kita akan mengejutkan mereka? Agak mengejutkan, tetapi mereka menunggu sesuatu. Ada banyak perlawanan. Ada banyak tembakan," paparnya.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah
Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen