Tito memberi contoh konkret. Misalnya, sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan bisa menangani dampak bencana pada bandara atau pelabuhan. Sementara itu, sekolah di lingkungan KKP bisa fokus membantu pemulihan di wilayah pesisir dan para nelayan.
Prabowo sendiri dikabarkan sangat mengapresiasi langkah ini. Bahkan, Presiden membuka opsi perpanjangan masa penugasan.
“Beliau tanya berapa lama? Saya jawab sebulan. Presiden bilang, kalau perlu diperpanjang, perpanjang,” kata Tito menirukan.
Selain soal pengerahan siswa kedinasan, Prabowo juga menekankan satu hal penting: percepatan pemulihan. Infrastruktur dasar seperti jembatan, jalan, hingga fasilitas kesehatan dan pengungsian harus segera dibenahi. Itu prioritas.
Jadi, lebih dari seribu praja itu kini telah berangkat. Mereka bukan sekadar relawan biasa, melainkan tenaga terlatih yang diharapkan bisa memberi solusi tepat di tengah reruntuhan.
Artikel Terkait
Enam Agen FBI Dipecat Terkait Penyelidikan Dokumen Rahasia Trump di Mar-a-Lago
PSM Makassar Terus Terseok di Liga Sementara Pembangunan Stadion Megah Dikebut
Ibu Klaim Anaknya Tak Bersalah dalam Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram di Hadapan Komisi III DPR
Korlantas Tinjau Kesiapan Pelabuhan Bakauheni untuk Operasi Ketupat 2026