Di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, suasana Sabtu pagi itu berbeda. Mendagri Tito Karnavian melepas keberangkatan 1.138 praja IPDN yang akan diterjunkan ke Aceh Tamiang. Rencana pengiriman ini, rupanya, berawal dari diskusi panjangnya dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya bertemu dan berdiskusi cukup lama dengan Bapak Presiden membahas situasi bencana,” ujar Tito.
Dalam pertemuan itu, Prabowo memberi sebuah instruksi. Beliau menilai, akan sangat bagus jika sekolah-sekolah kedinasan turun langsung ke daerah yang dilanda musibah. Gagasan itu muncul saat Tito memaparkan rencana pemberangkatan praja IPDN.
Menurut Tito, ide Presiden ini strategis. Para taruna dan praja punya keahlian spesifik yang bisa langsung dipraktikkan di lapangan. Di sisi lain, mereka juga mendapat pengalaman nyata yang tak ternilai.
“Saya sampaikan ini win-win solution,” jelasnya.
Para praja nantinya tak cuma kerja bakti. Tugas mereka lebih dari itu: menghidupkan kembali sistem pemerintahan dan layanan publik yang lumpuh pascabencana. Semua itu bahkan akan masuk dalam kurikulum dan penilaian mereka.
Artikel Terkait
Warga Jakarta Kini Bisa Cek dan Bayar Pajak Kendaraan Secara Online
Ketua Komisi III Bantah Intervensi DPR dalam Kasus Sabu Dua Ton Batam
Raja Abdullah II Antar Langsung Prabowo hingga ke Pesawat di Amman
Polisi Ungkap Pencurian Motor yang Dibekali Senjata Api Rakitan di Pulogadung