“Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores,” tegas Rodríguez.
Pernyataannya disampaikan dalam sesi Dewan Pertahanan Nasional yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah VTV, hanya beberapa jam setelah kejadian di Caracas dan wilayah lain Venezuela itu terjadi. Ia dengan lantang menyebut Maduro sebagai “satu-satunya Presiden Venezuela.”
Namun begitu, Washington punya alasan sendiri. Pemerintah AS membenarkan tindakan penangkapan itu. Mereka menuding pasangan tersebut, bersama sejumlah tokoh publik Venezuela lain, bertanggung jawab atas aktivitas terorisme narkoba dan perdagangan gelap narkotika sebuah tuduhan yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh pemerintah di Caracas.
Artikel Terkait
Tiga WNI Terjebak di Pulau Socotra Usai Serangan Udara Saudi
Bonus Rp 3,4 Miliar Jadi Kado Ultah Kejutan Martina dari Presiden
Prabowo Tersenyum Gelitik: Yang Namanya Prabowo, Semua Berprestasi!
Aset Dharmawangsa Nadiem Makarim Diusulkan Disita Jaksa di Sidang Korupsi