Tak berhenti di situ, pemerintah juga langsung menggerakkan basis massa pendukungnya. Seruan untuk turun ke jalan dikumandangkan dengan lantang.
Seruan itu muncul tak lama setelah gemuruh ledakan terdengar. Pemerintahan Bolivarian mendesak semua kekuatan politik dan sosial di Venezuela untuk memobilisasi diri. Tujuannya jelas: menolak apa yang mereka sebut sebagai "serangan imperialis".
"Rakyat Venezuela dan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian, dalam kesatuan militer-polisi-rakyat yang sempurna, dikerahkan untuk menjamin kedaulatan dan perdamaian," imbuh pernyataan itu lagi.
Mereka juga berencana membawa kasus ini ke forum internasional. Venezuela akan menyampaikan pengaduan resmi ke Dewan Keamanan PBB, Sekjen PBB, serta berbagai badan dunia lainnya. Tujuannya untuk menuntut kecaman global terhadap Amerika Serikat.
Situasi masih berkembang. Sementara Caracas bersiap dengan status darurat dan mobilisasi massanya, dunia menunggu respons lebih jelas dari Washington. Ketegangan antara kedua negara ini, sekali lagi, memanas dengan cepat.
Artikel Terkait
SIM Keliling Kembali Beroperasi di Lima Titik Jakarta untuk Perpanjang SIM A dan C
Kartu Merah VAR untuk Kelly Picu Kekalahan Juventus di Liga Champions
Inisiator Papua Connection Kecam Serangan KKB terhadap Guru dan Tenaga Kesehatan sebagai Teror Kemanusiaan
Atalanta Balikkan Agregat, Hajar Dortmund 4-1 untuk Lolos ke 16 Besar Liga Champions