Di TPU Kebon Nanas, Jatinegara, ada pergerakan. Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, mengonfirmasi bahwa 73 kepala keluarga yang tinggal di area pemakaman itu sepakat untuk pindah ke rumah susun. Rencananya, relokasi ini bakal digelar di pertengahan Januari ini.
Kusmanto menyampaikan kabar itu dari Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat lalu.
“Sebanyak 73 KK telah menyatakan kesediaan untuk direlokasi ke rusun yang disediakan pemerintah,” ujarnya.
Ini bukan tanpa sebab. Upaya ini menjalankan instruksi dari Sekda DKI untuk mempercepat pengembalian fungsi lahan TPU. Memang, total penghuni di sana mencapai 103 KK. Tapi, 73 di antaranya memilih menerima tawaran pemerintah. Mereka bahkan sudah berkomitmen lewat tanda tangan, siap membongkar sendiri rumah mereka.
Lalu, bagaimana dengan 30 KK lainnya? Rupanya, mereka memilih jalan lain yaitu pindah secara mandiri ke tempat yang mereka cari sendiri.
Menurut Kusmanto, ada acara simbolis yang sudah dijadwalkan.
“Direncanakan pada tanggal 12 Januari 2026 akan dilakukan pelepasan dan penyerahan kunci secara simbolis kepada para warga terelokasi,” jelasnya.
Para calon penghuni rusun ini ternyata sudah blusukan duluan. Mereka survei mandiri ke beberapa lokasi rusun yang jadi incaran. Pilihannya beragam, mulai dari Pulo Gebang, Cipinang Muara, sampai Pondok Bambu dan Pulo Jahe.
Nah, persiapan pemerintah nggak cuma sampai di kunci rumah. Mereka juga mengurus hal-hal lain yang kerap jadi masalah saat warga pindah. Administrasi kependudukan akan disinkronkan. Buat anak-anak, dijamin tetap bisa sekolah dengan kuota yang disediakan di sekolahan dekat rusun baru. Ada juga pendampingan sosial buat mereka.
Yang menarik, ada enam pasangan yang sebelumnya menikah siri akan dibantu mengikuti sidang isbat. Tujuannya jelas: agar pernikahan mereka punya kekuatan hukum. Untuk meringankan masa transisi, bantuan dari berbagai pihak seperti Baznas dan PMI juga digalang. Bantuannya macam-macam, dari uang tunai, sembako, sampai perlengkapan tidur.
Harapannya sih sederhana: proses pengembalian fungsi lahan TPU ini bisa berjalan tertib dan manusiawi. Kesejahteraan warga yang terdampak, kata Kusmanto, tetap jadi yang utama.
Artikel Terkait
Bos Kartel Jalisco El Mencho Tewas dalam Baku Tembak dengan Tentara Meksiko
Menteri Kehutanan Soroti Kekurangan Ribuan Polisi Hutan untuk Jaga 125 Juta Hektare Kawasan
Program Makan Bergizi Tetap Berjalan di Libur Lebaran dan Imlek dengan Skema Khusus
Jadwal Imsak dan Salat Ramadan 2026 untuk Jakarta dan Kepulauan Seribu