Para calon penghuni rusun ini ternyata sudah blusukan duluan. Mereka survei mandiri ke beberapa lokasi rusun yang jadi incaran. Pilihannya beragam, mulai dari Pulo Gebang, Cipinang Muara, sampai Pondok Bambu dan Pulo Jahe.
Nah, persiapan pemerintah nggak cuma sampai di kunci rumah. Mereka juga mengurus hal-hal lain yang kerap jadi masalah saat warga pindah. Administrasi kependudukan akan disinkronkan. Buat anak-anak, dijamin tetap bisa sekolah dengan kuota yang disediakan di sekolahan dekat rusun baru. Ada juga pendampingan sosial buat mereka.
Yang menarik, ada enam pasangan yang sebelumnya menikah siri akan dibantu mengikuti sidang isbat. Tujuannya jelas: agar pernikahan mereka punya kekuatan hukum. Untuk meringankan masa transisi, bantuan dari berbagai pihak seperti Baznas dan PMI juga digalang. Bantuannya macam-macam, dari uang tunai, sembako, sampai perlengkapan tidur.
Harapannya sih sederhana: proses pengembalian fungsi lahan TPU ini bisa berjalan tertib dan manusiawi. Kesejahteraan warga yang terdampak, kata Kusmanto, tetap jadi yang utama.
Artikel Terkait
Prabowo Teken UU Penyesuaian Pidana, Hukum Kolonial Resmi Ditinggalkan
Longsor Tewaskan Empat Pekerja Proyek Lapangan Bola di Jatinangor
Kapolres Sragen Resmikan Jembatan Merah Putih, Langsung Uji Coba dengan Warga
Kapolres Kampar Blusukan ke Pospam Tol, Ingatkan Personel Utamakan Pelayanan