Malam Tanpa Kembang Api, Lapangan Banteng Berdenyut dengan Solidaritas untuk Korban Bencana Sumatra

- Kamis, 01 Januari 2026 | 09:35 WIB
Malam Tanpa Kembang Api, Lapangan Banteng Berdenyut dengan Solidaritas untuk Korban Bencana Sumatra

Lapangan Banteng malam itu ramai sekali. Warga Jakarta memadatinya, bukan cuma untuk menikmati alunan musik di Jakarta Music Festival 2025, tapi juga untuk hal yang lebih hangat: menggalang dana bagi saudara-saudara di Sumatra yang terdampak banjir dan longsor. Suasana pergantian tahun terasa punya makna yang berbeda.

Di sisi lain, kemeriahan yang biasa identik dengan letupan kembang api tahun baru, tahun ini absen. Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, dengan tegas menyatakan perubahan konsep itu adalah arahan Gubernur. Pesta cahaya di langit diganti dengan aksi solidaritas yang lebih nyata.

"Perayaan malam tahun baru kali ini tidak ada pesta kembang api. Kenapa demikian?" ujar Arifin di Lapangan Banteng, Selasa (31/12/2025).

"Kita harus menghadirkan rasa kepedulian kita, rasa empati kita terhadap saudara-saudara kita yang saat ini berada di pengungsian akibat bencana banjir dan tanah longsor."

Menurutnya, bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat itu harus jadi momentum bersama. Alhasil, ajang hura-hura dialihkan jadi ruang kepedulian sosial. "Makanya kita sarankan tidak pakai kembang api lagi. Tapi, kemeriahan tetap ada lewat berbagai aktivitas, seperti festival musik ini," tambah Arifin.

Nuansa religius membuka rangkaian acara. Sebelum musik menggelegar, warga berkumpul untuk istigasah dan doa bersama di Masjid Al-Fauz, kompleks kantor Wali Kota. Doa dipanjatkan agar Jakarta dan Indonesia dijauhkan dari marabahaya.

Setelah doa, baru panggung hiburan hidup. Namun, di sela-sela dentuman bass dan sorak penonton, ada ajakan yang terus disuarakan: donasi. Pengunjung diarahkan untuk menyumbang via kode QRIS yang terhubung langsung ke Baznas Bazis DKI.

Hitung mundur pun tiba. Dipimpin Wali Kota bersama tokoh lintas agama dan Forkopimda, detik-detik pergantian tahun 2025 ke 2026 dijalani di bawah langit Jakarta yang gelap tanpa kembang api, tapi penuh harapan baru.

Arifin juga menyelipkan kabar baik soal capaian Jakarta. Peringkatnya sebagai kota global naik dari posisi 74 ke 71 dunia. "Target Pak Gubernur berikutnya, kita ingin tembus peringkat 50. Saya optimis bisa," tegasnya. Ia berharap kolaborasi warga, dari menjaga trotoar hingga peduli sesama, terus menguat.

"Mudah-mudahan dari Jakarta untuk Indonesia, dari Jakarta untuk Sumatra. Kita hadir bersama menunjukkan kesejahteraan sebagai warga negara," tuturnya.

Update terakhir soal donasi datang dari Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DKI, Puji Hastuti. Ia memberikan angka yang cukup menggembirakan di lokasi.

"Mohon izin, saya update. Hingga hari ini pukul 23.00, sudah terkumpul Rp 2,9 miliar untuk Provinsi DKI Jakarta," ungkap Puji.

"Kami ucapkan terima kasih pada masyarakat Jakarta yang sudah berpartisipasi. Kegiatan ini dilakukan di 9 titik, mencakup 6 wilayah kota dan kabupaten, termasuk Kepulauan Seribu."

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar