Beberapa pengungkapan memang cukup menonjol. Salah satunya adalah penggerebekan pabrik tembakau sintetis di area Babakan Madang.
"Ada beberapa kasus pengungkapan menonjol yaitu pengungkapan pabrik tembakau sintetis waktu itu Kasat Narkobanya masih Pak Kabagops di area Babakan Madang waktu itu," bebernya.
Selain pabrik, polisi juga menggagalkan peredaran bibit tembakau sintetis seberat 5 Kg. Nilainya saja sekitar Rp 3,5 miliar. Lalu ada lagi, 15,5 Kg ganja dan 2,3 Kg sabu yang berhasil disita.
Yang cukup mengkhawatirkan, dalam beberapa tindak pidana narkotika ini, polisi juga menemukan senjata api. Hal ini mengindikasikan korelasi berbahaya antara narkoba dan kejahatan lainnya.
"Jadi ada indikasi bahwa para pelaku-pelaku kejahatan baik itu curanmor dan curas itu menggunakan narkoba sebelum melakukan kejahatan, nah itu juga sudah dapat diamankan," pungkas Kapolres.
Artikel Terkait
BRI Catat Laba Bersih Rp57,13 Triliun di 2025 Didorong Pertumbuhan Kredit dan CASA
Ketua Banggar DPR Soroti Pengelolaan Dapur dan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis
Dishub DIY Proyeksikan 8 Juta Pergerakan Pemudik Lebaran 2026, Waspadai Titik Padat Baru
Sopir Truk Divonis 2 Tahun Penjara Atas Kecelakaan Maut yang Tewaskan WN Jepang di Tol Karawang