Dalam rilis akhir tahun Polri yang digelar Selasa (30/12/2025), publik mendapat gambaran tentang kerja keras divisi khusus. Komjen Mohammad Fadil Imran, selaku Astamaops Kapolri, tampil ke depan untuk memaparkan sejumlah capaian penting Divisi Hubungan Internasional sepanjang 2025.
Fadil tak sekadar menyebut angka. Ia menekankan langkah proaktif yang mereka ambil. "Kami juga proaktif menerbitkan 35 red notice untuk melacak buron internasional," tegasnya.
Upaya itu ternyata membuahkan hasil nyata. Dari sekian banyak buron yang masuk daftar, 14 orang berhasil ditangani. Mereka adalah subjek Interpol yang kemudian dibawa kembali ke Indonesia dari berbagai negara, tentu saja untuk segera menjalani proses hukum.
Tak berhenti di situ. Kerja sama antar pemerintah juga digalakkan. Ada enam kasus ekstradisi yang berhasil ditangani melalui mekanisme government-to-government (G2G). Semua kasus itu kini juga berada di tahap penegakan hukum.
Di sisi lain, perhatian Polri ternyata sangat luas. Mereka tak hanya mengejar buron, tapi juga menyelamatkan warga sendiri yang terperangkap di luar negeri. Misalnya, korban perdagangan orang (TPPO), judi online, hingga korban penipuan daring.
Angkanya cukup signifikan. "Polri telah berhasil memulangkan 810 warga negara Indonesia korban TPPO dan online scam dari luar negeri," ungkap Fadil. Ribuan nyawa itu akhirnya bisa kembali ke tanah air, setelah melalui pengalaman yang tak mudah.
Secara keseluruhan, tahun 2025 mencatat kinerja Divhubinter Polri yang cukup sibuk. Dari penerbitan red notice, ekstradisi, hingga misi kemanusiaan pemulangan WNI. Semua bergulir dalam upaya penegakan hukum yang tak kenal batas negara.
Artikel Terkait
Job Hugging Melanda Sektor Publik, Fenomena Bertahan Kerja Tanpa Gairah Ancam Kinerja Birokrasi
Polisi Tangkap Pria Penyamar Peserta Seminar yang Bolak-balik Jarah Hotel Mewah Jakarta
Persib, Borneo, dan Persija Berebut Puncak di Lima Laga Penentu BRI Liga 1
65 Warga Purworejo Diduga Keracunan Usai Kenduri Ruwahan, Sembilan Dirawat