Namun begitu, kecerdasan tinggi itu ternyata berjalan beriringan dengan pengalaman hidup yang kelam. Irna menegaskan, analisis mendalam tidak menemukan jejak gangguan mental pada AI. Hal-hal seperti halusinasi atau delusi yang kerap muncul dalam kasus kekerasan dalam keluarga sama sekali tidak ada.
“Gugur sudah kemungkinan skizofrenia,” tegasnya.
Di sisi lain, psikolog itu menyoroti faktor pemicu lain. Menurutnya, akar masalahnya justru terletak pada pengalaman kekerasan yang diduga dialami gadis belia itu. Bukan karena sakit jiwa, melainkan sebuah respons terhadap lingkungan yang mungkin telah lama menyakitinya.
Kesimpulannya, kata Irna, ini bukan kasus gangguan mental. Ini lebih rumit dari itu. Sebuah potret pilu di mana kepintaran dan kepedihan bisa bersemayam dalam satu jiwa yang masih sangat muda.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Perketat Izin Perjalanan Dinas ASN, Banyak Permohonan Ditolak
Trump Klaim Tanggung Jawab atas Serangan Jembatan B1 di Iran, Ancam Kembalikan Iran ke Zaman Batu
DPRD dan Pemkot Madiun Sepakati 17 Raperda Jadi Perda Setelah Pembahasan Bertahun-tahun
Portland Trail Blazers Didenda Rp1,7 Miliar Gara-gara Kontak Ilegal dengan Prospek Tiongkok