"Tersangka AS membekap muka korban menggunakan bantal ini," sebut Calvijn menggambarkan metode keji yang digunakan.
Yang memperparah suasana, saat tragedi itu terjadi, anak SW dari pernikahan sebelumnya ternyata ada di rumah. Bocah itu sempat mendengar teriakan ibunya. Tapi, apa daya?
"Anak kandungnya pun takut sama tersangka AS," jelas Calvijn dengan nada prihatin. "Yang kami dapat memang banyak sekali perlakuan yang tidak baik terhadap anak-anak dan keluarganya yang dilakukan oleh tersangka AS."
SW sendiri merupakan istri kedua Asrizal. Usai aksi pembunuhan, pelaku tak lantas panik. Malah, dia melakukan hal yang sulit dibayangkan: merekayasa TKP dengan tidur bersama jasad istrinya sepanjang malam.
"Tersangka AS dan korban tidur bersamaan. Sampai dengan keesokan harinya," kata Calvijn mengungkapkan kelakuan tak wajar tersangka.
Pagi harinya, sekitar pukul tujuh, Asrizal masih berpura-pura. Dia bahkan menjemput ibu mertuanya ke pasar. Setibanya di rumah, dialah yang melaporkan seolah-olah istrinya tak kunjung bangun dari tidur. Sebuah drama yang dia ciptakan untuk menutupi dosa besarnya.
Artikel Terkait
Kuwait Tuduh Iran Serang Kapal Tanker Minyaknya di Dekat Dubai
Empat Tersangka Penganiayaan Aktivis KontraS Ditahan di Sel Maksimum Pomdam Jaya
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional