Sido Muncul Salurkan Rp 900 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

- Rabu, 03 Desember 2025 | 10:42 WIB
Sido Muncul Salurkan Rp 900 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Korban jiwa dari bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Angkanya sungguh memilukan. Hingga Rabu (3/12) pukul 10:30 WIB, data dari BNPB mencatat 753 orang meninggal dunia. Tak hanya itu, 650 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari.

Dampaknya luar biasa luas. Sekitar 3,3 juta orang terdampak, dengan lebih dari 1,1 juta di antaranya terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka. Tekanan di lapangan begitu besar, sampai-sampai sejumlah bupati setempat mengaku kewalahan dan secara terbuka menyatakan ketidaksanggupan menangani krisis ini.

Merespon situasi yang memprihatinkan itu, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk memutuskan turun tangan. Perusahaan ini memberikan bantuan kemanusiaan senilai Rp 900 juta untuk korban di Pulau Sumatera.

Penyerahan bantuan simbolis dilakukan di Jakarta, Selasa (2/12) lalu. Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menyerahkan bantuan itu kepada perwakilan beberapa lembaga kunci. Di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Yayasan Orthopaedi Indonesia, unsur TNI (Kodam), Polri, BPOM, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Komisi PSE Keuskupan Agung Jakarta.

Acara itu dihadiri sejumlah perwakilan penting. Sebut saja Romo Adrianus Suyadi, SJ dari PSE KAJ, dr. Lia Marliana dari Yayasan Orthopaedi Indonesia, dan pejabat dari PMI seperti Sasongko Tedjo dan Nora Bawazier. Beberapa perwakilan TNI dari daerah terdampak juga hadir secara daring, termasuk Kolonel Infanteri Teuku Mustafa Kamal dari Aceh.

Dalam sambutannya, Irwan Hidayat menjelaskan bentuk bantuannya. Ada uang tunai, juga produk-produk Sido Muncul seperti Tolak Angin, Susu Jahe, dan Kopi Jahe. Ia berharap langkah ini bisa menggerakkan lebih banyak pihak untuk bersatu membantu saudara-saudara di Sumatera.

“Saya dan keluarga besar Sido Muncul mengucapkan bela sungkawa atas bencana ini. Saya berharap bantuan ini dapat tersalurkan lewat organisasi-organisasi (yang telah bekerja sama) dengan Sido Muncul karena kami tidak memiliki akses langsung ke sana,” kata Irwan.

PMI langsung menyambut baik inisiatif ini. Sasongko Tedjo menyebut bantuan dari Sido Muncul akan dipakai hingga tahap pemulihan, yang diperkirakan berlangsung setahun ke depan.

"Terima kasih untuk Sido Muncul yang sudah ikut menyalurkan bantuan. Kami akan fokus pada ketersediaan air bersih dan obat-obatan dengan alur pendistribusian yang merata," jelas Sasongko.

Nora Bawazier dari PMI menambahkan soal tantangan logistik di lapangan. Banyak lokasi, katanya, masih terisolasi dan tak bisa dijangkau lewat darat.

"Kami akan menyalurkannya (bantuan) lewat jalur udara, termasuk ketersediaan air bersih dan 480 kantong darah," ucap Nora.

Di sisi lain, kerja sama Sido Muncul dengan Yayasan Ortopedi Indonesia ternyata sudah lama terjalin. Menurut dr. Lia Marliana, bantuan kali ini akan dialihkan untuk hal-hal yang sangat krusial di medan bencana.

"Bantuan dari Sido Muncul ini hampir selalu kami terima bila ada bencana. Sekarang (bantuan untuk korban bencana di Sumatera) akan dikonversi menjadi peralatan operasi sekali pakai agar selalu steril. (Bantuan dari) Sido Muncul juga akan digunakan untuk penyediaan kaki atau tangan palsu," jelas dr. Lia.

Dari Aceh, Kolonel Infanteri Teuku Mustafa Kamal yang hadir secara virtual menyampaikan terima kasih. Ia berjanji akan berkoordinasi agar bantuan sampai ke titik-titik paling terdampak yang masih sulit dijangkau.

"Masih ada 4 daerah terdampak yang terisolir dan belum ada akses sama sekali. Rencananya bantuan dari Sido Muncul akan kami salurkan kepada korban-korban yang belum terjangkau ini. Paling mendesak yaitu makanan siap saji," pungkas Mustafa.

Upaya bantuan terus bergulir. Namun di balik angka dan paket bantuan, yang tersisa adalah harapan agar semua ini bisa sedikit meringankan beban para korban yang kehilangan segalanya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar