PMI langsung menyambut baik inisiatif ini. Sasongko Tedjo menyebut bantuan dari Sido Muncul akan dipakai hingga tahap pemulihan, yang diperkirakan berlangsung setahun ke depan.
Nora Bawazier dari PMI menambahkan soal tantangan logistik di lapangan. Banyak lokasi, katanya, masih terisolasi dan tak bisa dijangkau lewat darat.
Di sisi lain, kerja sama Sido Muncul dengan Yayasan Ortopedi Indonesia ternyata sudah lama terjalin. Menurut dr. Lia Marliana, bantuan kali ini akan dialihkan untuk hal-hal yang sangat krusial di medan bencana.
Dari Aceh, Kolonel Infanteri Teuku Mustafa Kamal yang hadir secara virtual menyampaikan terima kasih. Ia berjanji akan berkoordinasi agar bantuan sampai ke titik-titik paling terdampak yang masih sulit dijangkau.
Upaya bantuan terus bergulir. Namun di balik angka dan paket bantuan, yang tersisa adalah harapan agar semua ini bisa sedikit meringankan beban para korban yang kehilangan segalanya.
Artikel Terkait
Ketua RT di Karanganyar Luncurkan Ronda Terbang, Pantau Kampung dengan Drone Hasil Tabungan 7 Tahun
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, 11 Orang dalam Penerbangan Yogyakarta-Makassar
Pohon Kebaikan Wan Daud: Puisi untuk Membangkitkan Singa Islam yang Tertidur
Dari Aceh ke Donbass: Kisah Briptu yang Desersi dan Jadi Tentara Bayaran Rusia