Istora Senayan bakal panas Sabtu nanti. Bukan cuma karena cuaca, tapi duel sengit ganda putra Indonesia Masters 2026 sudah di depan mata. Sabar Gutama dan Reza Pahlevi bakal bentrok dengan junior mereka, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Semua berburu satu tiket ke final, sekaligus kebanggaan jadi wakil Merah Putih di kandang sendiri.
Jalan menuju semifinal ini nggak mudah buat kedua pasangan. Raymond/Joaquin harus melalui pertarungan tiga gim yang melelahkan melawan Fajar Alfian/Muhammad Fikri. Mereka menang tipis 21-18, kalah 19-21, lalu bangkit di gim penentu dengan skor 14-21. Sementara itu, Sabar/Reza berhasil menahan laju pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, dengan dua gim ketat: 22-20 dan 21-19.
Meski di atas kertas lebih berpengalaman, Sabar dan Reza sama sekali nggak mau meremehkan lawan. Mereka tahu betul semangat anak muda itu bisa meledak-ledak.
"Kami harus siap lagi karena lawan junior juga pasti mereka mainnya nothing to lose dan semangatnya lagi tinggi banget. Jadi kami harus lebih siap lagi mentalnya," ujar Reza, menekankan persiapan psikologis yang tak kalah penting.
Sabar menambahkan nada optimis dan nasionalis. Target mereka jelas.
"Target kami ya pasti pengin memberikan yang terbaik buat Indonesia, apalagi ini main di rumah sendiri. Siapa pun yang menang, pasti Indonesia sudah punya satu wakil di final. Jadi kami main lepas aja, main maksimal," timpalnya.
Di sisi lain, Raymond dan Joaquin juga nggak mau berpuas diri. Kemenangan dramatis atas Fajar/Fikri cuma jadi batu loncatan. Sekarang, fokus mereka tertuju pada analisis mendalam terhadap permainan Sabar/Reza.
"Ya pastinya nonton video sebelumnya, kami kan pernah lawan mereka, walaupun kami kalah. Kami sudah tahu apa yang harus dievaluasi, disiapin lagi aja, sama buktiin lagi kalau kami bisa walaupun sebelumnya kami sudah pernah kalah," terang Raymond dengan nada penuh tekad.
Pertemuan sebelumnya memang memberi catatan untuk Raymond/Joaquin. Awal 2026 di Malaysia Open, Sabar/Reza berhasil mengatasi mereka dengan cukup meyakinkan, 21-18 dan 21-9. Rekor itu pasti terngiang, jadi bahan evaluasi sekaligus motivasi balas dendam.
Nah, sementara sorotan tertuju pada duel sesama anak bangsa, semifinal lain juga nggak kalah seru. Daniel Lundgaard dan Mads Vestergaard dari Denmark akan berjibaku melawan duet Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin. Siapa pun pemenangnya, final besok dijamin bakal jadi tontonan yang nggak boleh dilewatkan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Start ke-17 di Moto3 Spanyol, Kenangan Comeback 2025 Jadi Modal
PSM Makassar Jadi Batu Sandungan Potensial bagi Persib di Perebutan Gelar Super League
Veda Ega Pratama Start ke-17 di Kualifikasi Moto3 Spanyol, Catat Waktu Lebih Cepat tapi Gagal Bersaing
Pemerintah Makassar Gelontorkan Rp350 Miliar untuk Stadion Untia, Target Rampung 2027