Suasana mencekam menyelimuti pinggiran Guatemala City. Di sebuah area hutan yang dikenal angker, pihak berwenang baru-baru ini menemukan selusin mayat. Temuan mengerikan ini, menurut analisis awal, diduga kuat terkait dengan siklus kekerasan geng kriminal yang tak kunjung reda di negara tersebut.
Menurut laporan media lokal dan petugas di lapangan, lokasi penemuan itu memang sudah seperti kuburan liar. Sudah jadi rahasia umum bahwa para penjahat kerap membuang korban mereka di tempat itu.
Juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran Guatemala City, Hans Lemus, memberikan kronologi penemuan kepada awak media.
"Kami pertama menemukan dua mayat pada Jumat lalu," ujarnya.
Keesokan harinya, Sabtu, operasi pencarian berlanjut. Hasilnya bertambah suram: tiga mayat lagi beserta sejumlah kerangka manusia berhasil dievakuasi dari semak belukar.
Puncaknya terjadi pada Minggu. Dengan bantuan anjing pelacak yang mengendus bau kematian, tim gabungan menemukan enam jenazah tambahan. Mayat-mayat itu, bersama potongan tubuh manusia lainnya, terbungkus kain dan kantong plastik sebuah pemandangan yang menggambarkan kekejaman tak terperi. Sampai saat ini, identitas para korban sengaja belum dibuka untuk publik.
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Guatemala sudah angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut temuan ini berkaitan dengan serangkaian pembunuhan yang didalangi geng-geng kriminal. Motifnya klasik: perebutan wilayah kekuasaan.
Memang, Guatemala sudah lama bergulat dengan momok kekerasan semacam ini. Situasinya nyaris tak pernah benar-benar tenang. Dua geng paling ditakuti, Barrio 18 dan Mara Salvatrucha (MS-13), telah menyebar teror bertahun-tahun. Bahkan, Guatemala dan Amerika Serikat sudah menetapkan kedua kelompok itu sebagai organisasi teroris. Namun begitu, aksi brutal mereka sepertinya masih terus berlanjut, meninggalkan duka dan mayat di tempat-tempat sepi seperti hutan ini.
Artikel Terkait
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
KPK Tangkap Hakim PN Depok dalam OTT Dugaan Suap Pengurusan Perkara
Warga Bandung Terluka Tangan Usai Hadang Macan Tutul untuk Lindungi Anak-anak