Lalu, bagaimana dengan program delivery yang disebut-sebut? Nanik pun menjelaskan. Rupanya, pengantaran ke rumah hanya diperuntukkan bagi tiga kelompok spesifik: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Titik. Untuk siswa, mekanismenya berbeda sama sekali.
“Yang untuk siswa diantar ke sekolah,” jelasnya. Tapi, ada satu catatan penting: sekolahnya harus bersedia menerimanya dulu.
Di sisi lain, Nanik juga menegaskan soal alasan penyaluran di masa libur. Menurut penjelasannya, keputusan ini murni urusan tanggung jawab institusi. Bukan karena desakan atau permintaan dari siswa maupun orang tua mereka.
Jadi, skemanya sudah jelas. Saat liburan tiba, paket makanan bergizi untuk anak sekolah akan menunggu di sekolah, bukan di depan pintu rumah mereka.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Subsidi BBM Belum Dibatasi, Harga Dipertahankan
Debut Herdman di Kandang, Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts & Nevis
KPK Pastikan Prosedur Penanganan Kasus Yaqut Sesuai Aturan
Lalu Lintas Balik Lebaran 2026 Capai Puncak, 5.900 Kendaraan per Jam di GT Cikampek