Dan ambisi itu, menurut mereka, harus dihentikan. Bagaimanapun caranya.
Demikian pernyataan tegas Direktur Institut Studi Jepang di bawah Kementerian Luar Negeri Korea Utara, yang dikutip oleh kantor berita resmi KCNA. Mereka tak lupa mengingatkan sejarah kelam penjajahan Jepang, seolah ingin menegaskan bahwa negara itu dianggap tidak pantas dan berbahaya jika memegang senjata pemusnah massal.
Jadi, situasinya jadi runyam. Di satu sisi, ada Jepang yang lewat suara pejabatnya terdengar mulai mempertimbangkan opsi nuklir untuk pertahanan sendiri. Di sisi lain, ada Korea Utara yang justru merasa berhak menuding dan memperingatkan dunia akan bahaya yang sama persis seperti yang mereka ciptakan. Ironis, bukan? Tapi begitulah dinamika panas di kawasan yang tak pernah benar-benar reda.
Artikel Terkait
Oknum TNI Ditangkap Usai Transaksi Sabu Terekam Kamera dan Viral
One Way Presisi Tahap I Diberlakukan Pagi Ini untuk Atasi Kemacetan Tol Trans Jawa
Menekraf: Ekonomi Kreatif Harus Dimulai dari Akar Budaya
MAKI Desak KPK Tegas Tolak Permohonan Tahanan Rumah Gubernur Riau Nonaktif