Dua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akhirnya dipecat. Sanksi tegas ini dijatuhkan menyusul kasus perselingkuhan yang menghebohkan, yang berawal dari penggerebekan oleh keluarga sendiri.
Ceritanya berawal dari sebuah video yang tiba-tiba membanjiri media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat dua pegawai Disdik Bogor satu laki-laki dan satu perempuan berada di dalam satu rumah yang sama. Mereka sedang dipergoki.
Yang bikin makin pilu, yang merekam kejadian itu adalah anak dari ASN pria tersebut. Suara anak itu terdengar jelas, bahkan sampai muntah-muntah, karena tak sanggup melihat ayahnya bersama wanita lain.
Menurut sejumlah saksi dan narasi yang menyertai video viral itu, laporan sebenarnya sudah dilayangkan ke Pemkab Bogor sejak Juli 2025 lalu. Masalahnya, sang ayah ternyata masih terikat perkawinan sah. Istri dan anaknya jelas merasa dikhianati.
Yang jadi bahan kepahiran keluarga, ASN pria itu justru disebut-sebut dapat kenaikan pangkat. Sang anak dalam video dengan lantang berharap ayahnya diberi sanksi, bukan malah dipromosikan. Harapan itu, rupanya, kini dikabulkan.
Kedua ASN Berselingkuh Diperiksa
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengonfirmasi bahwa kedua pegawai itu sudah dipanggil dan diperiksa. Sejak kasusnya terbongkar, ancaman sanksi terberat pemecatan langsung diletakkan di meja.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, juga angkat bicara.
"Tahapan sudah kami tempuh. Kemungkinan besar kita akan ambil langkah, salah satunya adalah pemberhentian dua-duanya," tegas Rudy, Rabu (10/12) lalu.
Ia menambahkan, proses pemeriksaan oleh BKPSDM tengah berjalan. Rudy berharap tahapan administrasi bisa diselesaikan dengan segera.
"Tahapan pemeriksaan sudah dilakukan oleh BKPSDM Kabupaten Bogor, tahapan administrasi mudah-mudahan hari ini selesai," tuturnya.
Artikel Terkait
Warga Gugat UU Sumatera Selatan ke MK, Minta Penulisan Sesuai KBBI
Bareskrim Ungkap Peredaran Obat Keras Berkedok Warung Jajanan di Bogor
Laporan HRW: Kembalinya Trump Percepat Kemunduran Demokrasi dan HAM Global
Tragedi Anak di NTT Soroti Kerentanan Sistemik dan Pentingnya Program Afirmatif Holistik