Operasi tangkap tangan KPK di Hulu Sungai Utara berakhir ricuh. Taruna Fariadi, sang tersangka yang menjabat sebagai Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari setempat, justru berhasil kabur. Yang lebih parah, dalam pelariannya itu, dia nekat menabrak seorang petugas KPK dengan mobilnya.
Untungnya, petugas yang menjadi korban tabrak lari itu selamat. Kondisinya baik.
"Alhamdulillah kondisi baik, selamat, terhindar,"
kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media pada Minggu (21/12/2025).
Soal apakah Taruna sudah masuk daftar buruan, Budi belum bisa memastikan. Tapi yang jelas, pengejaran masih terus digencarkan. "Jika sudah ada perkembangan info kami update ya," ujarnya menambahkan.
Peristiwa ini bermula sehari sebelumnya, Sabtu (20/12). Saat petugas KPK hendak menangkapnya, Taruna malah melawan. Dia melarikan diri dan dalam kepanikan itu, mobil yang dikemudikannya menghantam petugas.
"Bahwa benar (menabrak petugas). Pada saat, sesuai dengan laporan dari petugas kami yang melaksanakan penangkapan terhadap terduga, itu melakukan perlawanan dan melarikan diri, seperti itu, sehingga saat ini terhadap yang bersangkutan sedang dilakukan upaya pencarian,"
jelas Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan.
Asep menegaskan, jika pencarian mandek, DPO akan segera diterbitkan. Mereka juga sudah menggerakkan koordinasi dengan keluarga Taruna dan institusi Kejaksaan untuk mempercepat penemuannya. Upaya penyisiran, menurutnya, masih terus berlangsung hingga kini.
Artikel Terkait
Saksi Sidang Korupsi TKA Kemnaker Ungkap Permintaan Hapus Bukti WhatsApp
Konflik Nelayan Pasuruan Berujung 11 Perahu Dibakar dan Dua Orang Terluka
KAI Buka Pemesanan Tiket Arus Balik Lebaran 2026 Mulai 6 Februari
KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Dugaan Suap Impor di Bea Cukai