PDIP Jatim Bidik 5 Juta Anggota dan 50 Ribu Startup untuk Gen Z

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:05 WIB
PDIP Jatim Bidik 5 Juta Anggota dan 50 Ribu Startup untuk Gen Z

Konferda PDIP Jawa Timur di Surabaya, Sabtu lalu, memang penuh dengan agenda. Said Abdullah, sang ketua terpilih, langsung membeberkan peta jalan partai hingga 2030. Fokusnya jelas: menguatkan basis, meningkatkan kualitas SDM, dan yang paling menonjol, menyiapkan generasi muda sebagai penggerak utama.

Namun begitu, Said menegaskan bahwa semua gagasan itu tak boleh berhenti di kata-kata. "Ke depan kami perlu best effort, supaya apa yang saya sampaikan dalam sambutan tadi benar-benar membumi," tegasnya di hadapan para kader.

Targetnya ambisius tapi konkret: menambah dukungan hingga 5 juta anggota di Jatim.

Di sisi lain, tantangan demografi Jawa Timur tak bisa dianggap enteng. Data BPS menunjukkan, Generasi Z dan Alpha mendominasi dengan angka sekitar 11,7 juta jiwa. Itu hampir 28 persen dari total penduduk.

"Gen Z dan Alpha pada pemilu 2029 akan cukup besar porsinya sebagai pemilih di Jawa Timur," kata Said, menyadari potensi sekaligus tanggung jawang besar itu.

Menjawab hal tersebut, PDIP Jatim punya program bernama Youth Venture Fund. Intinya, skema dukungan modal dan pelatihan keterampilan buat anak muda. Mereka menargetkan bisa merekrut 50 ribu anak muda dan melahirkan 50 ribu usaha rintisan baru dalam beberapa tahun ke depan.

"Sederhananya, kita ingin membentuk modal abadi untuk bantuan usaha anak-anak gen z dan alpa di Jawa Timur," ujarnya.

Tapi persoalan tak cuma pada generasi paling muda. Said juga menyoroti nasib milenial atau Gen Y yang banyak terdampak PHK dan pergeseran lapangan kerja. Ia mendesak kader PDIP yang jadi kepala daerah atau anggota dewan untuk mendorong reformasi struktural. Investasi industri, khususnya di wilayah tengah seperti Jombang, Nganjuk, dan Ngawi, harus diperluas.

"Pertumbuhan industri di daerah menjadi kunci penyelamat," jelasnya. "Banyak dari mereka sebenarnya punya skill, cuma ekosistemnya kurang mendukung saja."

Agenda lain yang ditegaskan Said adalah kesiapsiagaan bencana. Jatim termasuk wilayah rawan, jadi partai harus hadir secara nyata. Caranya? Dengan memperkuat Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) di setiap daerah.

"Ukuran kinerja Baguna ke depan adalah kecepatan SAR dan kehandalan tanggap bencana," tegasnya.

Ia meminta konsep pengurangan risiko bencana atau DRR diarusutamakan dalam perencanaan pembangunan dan APBD. Tujuannya jelas: meminimalkan dampak yang diterima masyarakat.

Semua program prioritas itu, tentu saja, punya satu syarat mutlak. Organisasi partai harus ditata dengan baik, dari level DPD hingga ranting. Kepemimpinan yang solid dan profesional sangat diperlukan.

"Tidak ada manuver politik yang kontraproduktif," ungkap Said. "Kami menginginkan kepengurusan kita kali ini adalah kepengurusan zaken. Profesional, dengan pola kerja yang terukur."

Itulah komitmen yang digaungkan. Sekarang, tinggal eksekusinya yang dinanti.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar