"Pertumbuhan industri di daerah menjadi kunci penyelamat," jelasnya. "Banyak dari mereka sebenarnya punya skill, cuma ekosistemnya kurang mendukung saja."
Agenda lain yang ditegaskan Said adalah kesiapsiagaan bencana. Jatim termasuk wilayah rawan, jadi partai harus hadir secara nyata. Caranya? Dengan memperkuat Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) di setiap daerah.
"Ukuran kinerja Baguna ke depan adalah kecepatan SAR dan kehandalan tanggap bencana," tegasnya.
Ia meminta konsep pengurangan risiko bencana atau DRR diarusutamakan dalam perencanaan pembangunan dan APBD. Tujuannya jelas: meminimalkan dampak yang diterima masyarakat.
Semua program prioritas itu, tentu saja, punya satu syarat mutlak. Organisasi partai harus ditata dengan baik, dari level DPD hingga ranting. Kepemimpinan yang solid dan profesional sangat diperlukan.
"Tidak ada manuver politik yang kontraproduktif," ungkap Said. "Kami menginginkan kepengurusan kita kali ini adalah kepengurusan zaken. Profesional, dengan pola kerja yang terukur."
Itulah komitmen yang digaungkan. Sekarang, tinggal eksekusinya yang dinanti.
Artikel Terkait
Iran Tuntut Perundingan Empat Mata dengan AS, Tolak Format Multilateral
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan IPO Bermasalah
Pemerintah Siapkan Makanan Bergizi Gratis untuk Lansia 75 Tahun ke Atas yang Hidup Sendiri
Gugatan Praperadilan Paulus Tannos Ditolak, Hakim Sebut Penangkapan di Singapura Bukan Wewenang KPK