"Pertumbuhan industri di daerah menjadi kunci penyelamat," jelasnya. "Banyak dari mereka sebenarnya punya skill, cuma ekosistemnya kurang mendukung saja."
Agenda lain yang ditegaskan Said adalah kesiapsiagaan bencana. Jatim termasuk wilayah rawan, jadi partai harus hadir secara nyata. Caranya? Dengan memperkuat Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) di setiap daerah.
"Ukuran kinerja Baguna ke depan adalah kecepatan SAR dan kehandalan tanggap bencana," tegasnya.
Ia meminta konsep pengurangan risiko bencana atau DRR diarusutamakan dalam perencanaan pembangunan dan APBD. Tujuannya jelas: meminimalkan dampak yang diterima masyarakat.
Semua program prioritas itu, tentu saja, punya satu syarat mutlak. Organisasi partai harus ditata dengan baik, dari level DPD hingga ranting. Kepemimpinan yang solid dan profesional sangat diperlukan.
"Tidak ada manuver politik yang kontraproduktif," ungkap Said. "Kami menginginkan kepengurusan kita kali ini adalah kepengurusan zaken. Profesional, dengan pola kerja yang terukur."
Itulah komitmen yang digaungkan. Sekarang, tinggal eksekusinya yang dinanti.
Artikel Terkait
Polri Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Ditpolairud Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir di Kampung Melayu
Pemerintah Siapkan Skema Daring Terbatas untuk Antisipasi Krisis Energi
Perempuan Tewas Jatuh dari Lantai Empat Mal di Medan