Jendela transfer Januari 2026 sudah buka. Tapi, jangan bayangkan hiruk-pikuk seperti tahun-tahun sebelumnya. Suasananya justru sepi. Banyak klub memilih untuk diam, menunggu, dan berpikir dua kali sebelum mengeluarkan uang. Musim ini masih panjang dan penuh tanda tanya, jadi risiko besar sepertinya ingin dihindari.
Buat para penggemar, situasi ini mungkin membosankan. Tapi coba lihat dari kacamata manajemen klub: bersikap hati-hati adalah hal yang paling masuk akal. Pasar Januari memang terkenal sempit. Harganya mahal, pilihan pemain bagus pun terbatas. Daripada terburu-buru dan menyesal, lebih baik menahan diri.
Tim-Tim Besar Pilih Main Aman
Lihat saja raksasa-raksasa seperti Manchester United dan Chelsea. Hingga awal Februari, mereka belum juga mengumumkan pemain baru. Keduanya tampak betah dengan skuad yang ada.
Alasannya sederhana. Melepas atau menambah pemain inti di tengah jalan bisa mengacaukan ritme tim. Apalagi jadwal masih padat dan target musim belum tercapai. Akhirnya, bursa musim dingin kembali dipandang sebagai 'pilihan darurat', bukan ajang untuk ganti-ganti pemain.
City, Si Pengecualian yang Agresif
Namun begitu, ada satu klub yang berani berbeda: Manchester City. Sementara yang lain ragu-ragu, sang juara bertahan justru bergerak cepat. Mereka mendatangkan Marc Guehi dari Crystal Palace dan juga merekrut Antoine Semenyo dari Bournemouth.
Kedua nama itu bukan pemain baru di Premier League. Mereka sudah terbukti. Langkah City ini jelas menunjukkan fokus mereka: menambah kedalaman skuad untuk persiapan menghadapi bulan-bulan penentuan. Ambisi untuk mempertahankan gelar terlihat sangat nyata.
Artikel Terkait
Diam di Januari, MU Siapkan Badai Transfer Musim Panas
Havertz Hancurkan Chelsea di Detik-detik Penghabisan, Arsenal Lolos ke Final
Marquez Meledak di Sepang, Quartararo Terkapar Patah Jari
Persis Solo Terjepit: Pemain Asing Menumpuk, Siapa yang Harus Angkat Koper?