Jet tempur, helikopter serbu, dan artileri Amerika Serikat menghujani wilayah tengah Suriah pada Jumat malam. Sasaran mereka? Lebih dari 70 titik yang dikaitkan dengan kelompok radikal ISIS. Serangan balasan ini tak lepas dari insiden berdarah beberapa hari sebelumnya, di mana tiga warga AS termasuk dua tentara tewas di area Palmyra.
Menurut otoritas Washington, serangan di Palmyra pada 13 Desember itu didalangi seorang pria bersenjata ISIS yang bertindak sendirian. Lokasinya dekat dengan reruntuhan kuno warisan UNESCO, sebuah situs yang dulu sempat dikuasai para petempur jihadis.
Sebagai respons, Komando Pusat AS atau CENTCOM bergerak cepat. Mereka menyatakan telah melancarkan serangan presisi menggunakan lebih dari 100 amunisi.
"Operasi tersebut menargetkan infrastruktur dan situs-situs senjata ISIS yang diketahui," begitu bunyi pernyataan resmi mereka, seperti dilansir AFP.
Artikel Terkait
Harga BBM Nasional Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengak Picu Ketegangan Global
Misteri Batu Berjalan di Death Valley Terpecahkan Berkat Es dan Angin
Warga Swiss Ditahan di Bali Usai Hina Hari Raya Nyepi di Media Sosial
Satgas Damai Cartenz Korbankan Mudik Lebaran untuk Jaga Stabilitas di Kiwirok