Amien Rais Sebut Kekuasaan Prabowo Setahun Pemerintahan Masih Terhambat
Prof. Amien Rais, Ketua Majelis Syura Partai Ummat, memberikan pernyataan kritis mengenai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya pada 3 November 2025 melalui kanal YouTube-nya, Amien menyatakan bahwa setelah setahun berkuasa, Prabowo belum memiliki kekuasaan yang penuh.
Kekuatan Politik Lama Menghambat Pemerintahan Prabowo
Amien Rais mengungkapkan adanya kekuatan politik lama yang masih menghambat pemerintahan Prabowo Subianto. Menurutnya, mantan Presiden Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan merupakan figur yang masih mempengaruhi dinamika kekuasaan saat ini.
Kritik Amien Rais Terhadap Jokowi dan Luhut
Amien Rais secara khusus menyoroti peran Jokowi yang disebutnya masih berupaya menjaga nama di masyarakat. Namun, Amien menuding Jokowi justru dikenal sebagai tokoh korupsi besar-besaran dan pembohong. "Suara 'Adili Jokowi' menggema di seluruh Indonesia," tegas Amien.
Terhadap Luhut Binsar Pandjaitan, Amien mengkritik penolakannya terhadap pergantian Kapolri Listyo Sigit. Sikap ini disebut sebagai bentuk ketidakcerdasan yang menghambat reformasi Polri yang citranya sudah sangat buruk.
Polri Dinilai Masih Setia Kepada Jokowi
Amien Rais mempertanyakan keberanian Presiden Prabowo dalam menghadapi penentangan terbuka dari Kapolri Listyo Sigit. Menurut analisanya, kesetiaan Polri masih pada Jokowi, bukan pada pemerintah yang sekarang. "Jokowi adalah 'sesembahan' Polri di dunia fana ini," kata Amien.
Amien mengutip pandangan pengamat politik Sholihin MS yang menilai Polri di bawah kepemimpinan Tito Karnavian dan Listyo Sigit sudah menjadi alat kekuasaan Jokowi dan oligarki Taiwan, bukan pelindung rakyat.
Seruan Untuk Tindakan Tegas
Amien Rais kemudian menyerukan agar Prabowo bersikap tegas dan decisive dalam memimpin. "Kalau ada pemimpin busuk yang mengganggu stabilitas, pecat saja. Pecat, selesai," ujarnya. Ia yakin bangsa Indonesia cerdas dan mengharapkan tindakan nyata agar penentangan terhadap Prabowo segera berakhir.
Pernyataan Amien Rais ini menjadi pembacaan kritis atas situasi politik Indonesia terkini, menekankan perlunya pemimpin yang berani mengambil keputusan tanpa ragu demi kepentingan bangsa dan negara.
Artikel Terkait
421 Siswa TK hingga SMA di Bawah Yayasan Semen Tonasa Resmi Menuntaskan Pendidikan
DPR: Pelemahan Rupiah Momentum Percepat Substitusi Impor dan Perkuat Ekspor
Pemerintah Dukung Penuh Proses Hukum KPK di Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA yang Seret Wamen Imigrasi
Jokowi Sebut Nadiem Makarim Orang Baik, Serahkan Proses Hukum ke Aparat