Meski begitu, bukan berarti warga tak bisa merayakan pergantian tahun sama sekali. Disbud Denpasar tetap akan menggelar sebuah acara budaya bertajuk "Gelar Budaya Melepas 2025 dan Menyongsong Matahari 2026". Lokasinya di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung.
Menurut Purwantara, acara ini akan menampilkan berbagai kesenian tradisional. Mereka melibatkan sanggar-sanggar seni lokal, bahkan mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama dan Forkompinda untuk turut serta. Intinya, perayaannya lebih bernuansa gotong royong dan kearifan lokal.
"Perayaan ini terbuka secara umum untuk masyarakat Kota Denpasar dan tidak dikenai pungutan biaya," tegas Purwantara.
Jadi, suasana malam tahun baru di Denpasar nanti akan lebih khidmat. Gemuruh kembang api digantikan oleh alunan gamelan dan tarian tradisional. Sebuah pilihan yang bijak, mengingat pemulihan kota dan warganya dari bencana masih membutuhkan perhatian dan sumber daya yang tidak sedikit.
Artikel Terkait
Energi Watch: Konversi ke Kompor dan Kendaraan Listrik Bisa Hemat Subsidi Ratusan Miliar
Arus Balik H+5 Masih Padat, Pemudik di Km 18 Japek Selatan Beristirahat di Tengah Lelah Perjalanan
Panglima TNI Ambil Alih Langsung Posisi Kabais di Tengah Kasus Penyegelan Aktivis
IDAI Dukung PP Tunas, Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun