Operasi tangkap tangan KPK yang menjerat Bupati Bekasi, Ade Kuswara, menyisakan keprihatinan mendalam. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Bagi dia, peristiwa ini bukan sekadar berita, melainkan alarm keras yang harus membangunkan semua pejabat publik dari tidur panjang.
"Ya, kami tentu prihatin," ujar Eddy Soeparno kepada awak media, Sabtu (20/12/2025).
"Semoga ini jadi pengingat yang ampuh. Untuk semua kepala daerah dan pejabat lain, ingatlah sumpah jabatan. Ingat amanah rakyat yang kalian pikul," tegas Waketum PAN itu.
Dia lantas menengok ke belakang. Sejarah Kabupaten Bekasi, dalam pandangannya, seperti dihantui pola yang sama. Sepanjang sepuluh tahun terakhir, wilayah itu seolah tak pernah benar-benar bebas dari skandal. Kepala daerahnya silih berganti berurusan dengan hukum.
"Kalau dilihat, Bekasi ini sarat dengan OTT dan penangkapan terhadap pemimpinnya," katanya, seraya menghela napas.
Yang lebih memilukan, suatu masa Bekasi bahkan sempat vakum kepemimpinan. "Sampai-sampai suatu ketika, baik bupati maupun wakilnya sama-sama tersandung masalah hukum. Daerah jadi tak punya pemimpin," sambung Eddy, menggambarkan situasi yang ia sebut sangat ironis.
Melihat rekam jejak kelam ini, Eddy menekankan bahwa sudah waktunya ada perhatian khusus. Aparat penegak hukum dan Kementerian Dalam Negeri, menurutnya, harus turun tangan lebih serius.
"Ini perlu jadi perhatian bersama. Dari penegak hukum, dari Kemendagri, dan tentu saja dari masyarakat Bekasi sendiri. Mereka berhak menuntut pemerintahan yang bersih, dan wajib mengawasi jalannya pemerintahan," tuturnya.
Kasus Ade Kuswara sendiri pecah pada Kamis (18/12). Dia diduga terlibat suap terkait sebuah proyek. Sayangnya, dia bukan yang pertama. Pada 2018, mantan Bupati Neneng Hasanah sudah lebih dulu diciduk KPK terkait kasus suap perizinan proyek Meikarta.
Belum lagi mantan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohammad, yang juga pernah merasakan dinginnya jeruji. Lalu, pada 2022, giliran mantan Wali Kota Rahmat Effendi yang terjaring operasi serupa. Daftar panjang ini, sungguh, membuat miris siapapun yang peduli.
Artikel Terkait
Jalan HR Rasuna Said Bertransformasi Jadi Pusat Bisnis, Diplomasi, dan Pemerintahan di Jakarta
885 Penari dan Seniman Meriahkan Pawai Milangkala Tatar Sunda di Bogor, Sejumlah Jalan Ditutup Total
Pencurian Lampu Jalan di Jakarta Timur dalam Sepekan Ancam Keselamatan Pengendara
Polisi Bongkar Pabrik Vape Narkoba di Apartemen Jakut, Omzet Puluhan Juta Sekali Transaksi