Upaya itu diklaim sudah berjalan. Tim medis dikerahkan untuk melakukan lokalisasi agar penyakit campak tidak menyebar luas. Di sisi lain, Dinas Kesehatan juga bersiaga dengan menyiapkan tenaga surveilans. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
Tak cuma mengantisipasi, bantuan terus dikirim. Obat-obatan dan tenaga medis tambahan didistribusikan ke daerah-daerah yang paling membutuhkan. Meski begitu, situasinya tetap rentan.
"Yang paling banyak di pengungsian itu tiga penyakit: ISPA, gatal-gatal, dan diare," tambah Ferdiyus menegaskan.
Jadi, meski KLB belum terjadi, kewaspadaan harus tetap maksimal. Ancaman kesehatan di tengah bencana seperti ini nyata adanya, dan bisa dengan mudah menjadi krisis kedua yang tak kalah pelik.
Artikel Terkait
Direktur BUMN Warga Asing Juga Wajib Lapor Harta ke KPK
Mantan Menteri Kehakiman China Divonis Seumur Hidup Atas Suap Rp 330 Miliar
Pendaftaran SNBP 2026 Dibuka, Siswa Berebut Kuota Lewat Jalur Prestasi
Puluhan Sekolah di Aceh Kembali Berdiri, Jawab Luka Pasca Bencana