Ketika bencana melanda Aceh dan Sumatera Barat, respon datang dari berbagai penjuru. Salah satunya dari Polda Riau. Mereka tak cuma mengirimkan logistik, tapi juga mendaratkan ratusan personelnya langsung ke lokasi terdampak. Langsung turun tangan membantu warga.
Di sisi lain, aksi nyata ini rupanya mendapat perhatian dari pucuk pimpinan Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi khusus. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, saat menggelar pengarahan di Mapolda Pekanbaru, Kamis lalu.
"Sekali lagi saya sampaikan terima kasih," kata Herry.
"Upaya yang kita lakukan ini mendapatkan apresiasi langsung dari Bapak Kapolri, yang saya temui dan sampaikan laporan secara langsung."
Misi mereka cukup besar. Sebanyak 290 personel dikirim untuk diperbantukan ke Polda Sumbar, khususnya menangani dampak bencana di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Mereka berasal dari Satuan Brimob, Sabhara, dan SPN Polda Riau. Dipimpin Wakapolda Brigjen Adrianto Jossy Kusumo, tim ini bekerja selama dua pekan penuh, mulai akhir November hingga pertengahan Desember 2025.
Menurut sejumlah saksi, kerja tim ini sangat terorganisir. Bahkan saat Kapolri meninjau pembersihan sebuah rumah ibadah di Tamiang yang dibantu alat berat dari Polda Riau apresiasi itu kembali disampaikan. Bukan cuma di internal Polri, kekompakan tim ini juga mencuri perhatian di tingkat nasional.
"Dalam rapat terbatas, Bapak Presiden telah menyampaikan rencana pemberian penghargaan bagi personel kita," tambah Herry Heryawan.
"Ini membuktikan bahwa kerja keras kita di lapangan diakui sebagai bentuk dedikasi tinggi kepada bangsa."
Bantuannya memang menyentuh hal-hal mendesak. Pengiriman 31 tangki air bersih, misalnya, adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan warga.
"Melalui aksi nyata ini, kita tunjukkan bahwa Polri hadir sebagai penolong," imbuhnya. "Polri hadir melayani masyarakat."
Herry punya pesan khusus. Ia menginstruksikan Karo SDM untuk mendokumentasikan semua peran personel ini dengan baik. Ia ingin ini jadi catatan sejarah. Sebuah bukti bahwa anggota Polri bisa memutus narasi negatif yang kadang melekat.
"Saya ingin sejarah mencatat bahwa personel Polda Riau adalah pahlawan kemanusiaan," tegas jenderal berbintang dua itu.
"Pahlawan dalam upaya pencarian dan penanganan korban yang bekerja dengan ketulusan tanpa mengharapkan balasan."
Di akhir pengarahannya, Kapolda kembali mengucapkan terima kasih. Pada semua pihak yang terlibat.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas partisipasi, koordinasi, dan kerja sama yang sangat baik dari seluruh jajaran," pungkasnya.
"Mulai dari Irwasda, para pejabat utama, hingga personel yang berkontribusi ke berbagai wilayah seperti Sumatera Barat, Aceh, dan Medan. Inilah yang kita butuhkan: kebersamaan dan kekompakan."
Artikel Terkait
Menteri Imigrasi Siapkan 968 Lokasi Kerja Sosial dan Usul 100 Lapas Baru untuk Terapkan KUHP Baru
DWP dan WBI Peringati Hari Kartini dengan Penghargaan Kartini Muda Award dan Bazar UMKM
Kapal Induk Prancis Charles de Gaulle Dikerahkan ke Laut Merah untuk Amankan Selat Hormuz
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Kamis Pekan Depan, Siklon Tropis dan Hujan Lebat Mengintai Lima Wilayah