Namun begitu, dia juga punya keprihatinan lebih luas. Bagaimana dengan anak-anak yang memang tak punya ayah? Untuk mereka, Ade punya usulan lain.
“Untuk anak yatim juga perlu ada gerakan bapak asuh, yang bisa diperankan oleh paman, kerabat sehingga anak tersebut tetap mendapat sentuhan sosok ayah dalam tumbuh kembangnya,” katanya.
“Lebih jauh, dapat juga diperankan oleh relawan, lingkungan sehingga seluruh anak di lingkungan menjadi tanggung jawab bersama dalam tumbuh kembangnya,” sambung Ade.
Harapannya jelas: gerakan ini tak cuma sekadar seremonial. Dengan melibatkan ayah langsung dalam momen akademis anak, diharapkan muncul kesadaran kolektif. Peran ayah dalam keluarga, terutama di Depok, diharapkan bisa lebih nyata dan berarti tidak hanya sekadar figur yang absen.
Surat edaran itu sendiri sudah beredar dan dapat dilihat sejak Rabu (17/12). Sekarang, tinggal menunggu respons nyata dari para ayah di Depok. Apakah mereka akan memenuhi panggilan ini? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Firasat Pejabat PPK Terbukti: Proyek Chromebook Rp 2,1 Triliun Berujung di Meja Hijau
Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas, Usut Keterkaitan Saham Gorengan dengan IHSG Anjlok
Pakar Ingatkan Bahaya Parliamentary Threshold Tinggi: Suara Rakyat Bisa Terbuang Percuma
Istri Hoegeng Iman Santoso Wafat di Usia 100 Tahun, Prabowo hingga Jokowi Kirim Karangan Bunga