Suasana masih berduka di Sydney. Tapi di tengah duka itu, kemarahan mulai mengkristal. Menanggapi penembakan massal yang menewaskan 15 orang di festival Hanukkah di Pantai Bondi, Perdana Menteri Anthony Albanese akhirnya angkat bicara dengan nada keras. Pada Kamis (18/12), ia berjanji akan melakukan penindakan besar-besaran terhadap ujaran kebencian, perpecahan, dan radikalisasi yang dianggapnya sebagai "momok jahat".
"Warga Australia terkejut dan marah. Saya marah," tegas Albanese dalam konferensi persnya.
Ia menambahkan, "Jelas kita perlu berbuat lebih banyak untuk memerangi ini, jauh lebih banyak."
Janji itu tak datang dari ruang hampa. Saat Albanese berbicara, tak jauh dari sana, keluarga dan pelayat sedang berkumpul untuk menguburkan seorang anak perempuan berusia 10 tahun. Korban termuda itu adalah salah satu dari mereka yang meregang nyawa di pantai ikonik Sydney itu pada hari Minggu kelam lalu.
Tekanan terhadap pemerintah pun kian menguat. Kritik pedas datang dari komunitas Yahudi Australia dan berbagai kalangan, yang menilai Albanese lamban dan tidak cukup sigap melindungi mereka dari gelombang antisemitisme yang kian meningkat. Tanggapannya kini adalah serangkaian langkah konkret, meski beberapa mungkin bilang, agak terlambat.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri
Pemkab Sukoharjo Beri Pembinaan ke Kades yang Tak Izinkan Salat Id Lebih Dulu
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Lille Kalahkan Marseille 2-1 di Velodrome, Persaingan Papan Atas Ligue 1 Makin Ketat