Setelah kurang dari sebulan menjabat, pemerintahan baru Bolivia mengambil langkah berani. Mereka memutuskan untuk mengakhiri subsidi bahan bakar yang sudah jadi kebijakan negara selama dua puluh tahun. Langkah ini, tentu saja, bakal mengubah banyak hal.
Selama dua dekade, harga BBM di negara Amerika Latin itu nyaris tak berubah. Itu adalah warisan dari era kepemimpinan sayap kiri sebelumnya. Namun begitu, kondisi keuangan negara sekarang dinilai sudah tidak lagi memungkinkan untuk meneruskan kebijakan itu. Pemerintah berargumen, langkah pencabutan subsidi ini penting untuk menyehatkan kembali kas negara.
Presiden Rodrigo Paz, figur konservatif pro-bisnis yang menang pemilu Oktober lalu, secara resmi mengumumkan keputusan ini.
"Dengan diterbitkannya dekrit ini, harga baru untuk hidrokarbon akan diumumkan," ujarnya.
Ditemani para menteri dalam pidato televisi Rabu lalu, Paz berusaha melunakkan dampak pengumuman itu. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk pengabaian terhadap rakyat.
Artikel Terkait
Polandia dan Denmark Lolos ke Final Play-Off Kualifikasi Piala Dunia 2026
BMKG Peringatkan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Spesifikasi vivo X300 Ultra Bocor: Snapdragon 8 Elite dan Kamera Ganda 200MP
Kosovo Tumbangkan Slovakia 4-3 dalam Drama Semifinal Kualifikasi Piala Dunia